Bantentv.com – Kabar duka datang dari dunia politik dan militer Indonesia. Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno, meninggal dunia pada Senin pagi.
Jenderal TNI (Purn) tersebut mengembuskan napas terakhir di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Informasi yang diterima menyebutkan almarhum wafat pada pukul 06.58 WIB. Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga maupun rumah sakit belum merinci penyebab meninggal dunia. Rencana pemakaman juga masih menunggu pengumuman resmi dari keluarga.
Perjalanan militer Try Sutrisno dimulai saat terlibat dalam penumpasan pemberontakan PRRI pada 1957. Pengalaman tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter kepemimpinannya.
Seiring waktu, ia dipercaya menduduki berbagai jabatan strategis di lingkungan TNI Angkatan Darat. Pada 1978, ia menjabat sebagai Kepala Staf Kodam XVI/Udayana. Setahun kemudian, ia diangkat menjadi Panglima Kodam IV/Sriwijaya.
Baca Juga: Mantan Wapres ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia, Ini Jejak Pengabdiannya
Kariernya terus menanjak. Pada 1985, ia dipercaya sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat, lalu menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) periode 1986–1988. Saat menjadi KSAD, ia menggagas pembentukan Badan Tabungan Wajib Perumahan TNI AD sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan prajurit.
Puncak karier militernya diraih ketika menjabat sebagai Panglima ABRI periode 1988–1993. Dalam masa tersebut, ia menghadapi berbagai tantangan keamanan nasional, termasuk penanganan Gerakan Pengacau Keamanan (GPK) di Aceh pada 1989.
Pada 1993, Try Sutrisno diangkat sebagai Wakil Presiden RI keenam mendampingi Presiden Soeharto hingga 1998. Sebelumnya, ia juga pernah bertugas sebagai ajudan Presiden Soeharto selama empat tahun, yang memberinya pengalaman langsung dalam dinamika pemerintahan.
Baca Juga: Indonesia Berduka, Wapres ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia
Usai tidak lagi menjabat sebagai wakil presiden, Try Sutrisno tetap aktif di berbagai organisasi. Ia dipercaya menjadi Ketua Persatuan Purnawirawan ABRI (Pepabri) periode 1998–2003. Dalam peran tersebut, ia berupaya menjaga soliditas dan komunikasi antarpurnawirawan.
Selain itu, ia juga pernah menjadi sesepuh di Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, menegaskan bahwa pengabdiannya terhadap bangsa tetap berlanjut meski telah purnatugas dari jabatan kenegaraan.
Kepergian Try Sutrisno tidak hanya menjadi kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi bangsa Indonesia yang mengenalnya sebagai salah satu tokoh penting dalam dinamika pemerintahan era Orde Baru.
Editor : Erina Faiha