Pandeglang, Bantentv.com – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Pandeglang kembali memicu bencana alam. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut selama seharian penuh menyebabkan tanah bergerak di Kampung Batu Jaya, Desa Umbulan, Kecamatan Cikeusik, Sabtu sore, 17 Januari 2026.
Ketua Relawan Kampung Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Cikeusik, Arip, menyebutkan bahwa pergerakan tanah dipicu oleh kondisi tanah yang labil akibat curah hujan tinggi yang berlangsung tanpa henti.
Akibat kejadian tersebut, enam unit rumah warga mengalami kerusakan serius dan berada dalam kondisi nyaris roboh, menyusul bergesernya struktur tanah yang berdampak pada fondasi bangunan.
“Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian material ditaksir mencapai Rp100 juta,” ujar Arip, Senin 19 Januari 2026.
Baca Juga: Relawan KSB Bantu Evakuasi Warga Terdampak Banjir Pandeglang
Enam warga pemilik rumah yang terdampak masing-masing adalah Mesih (50), Ropii (65), Agus (45), Sanita (43), Darpan (60), dan Dedi (42).
Menerima laporan kejadian, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) bersama Relawan KSB Kabupaten Pandeglang segera bergerak ke lokasi untuk melakukan penanganan awal serta menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak.
Ketua KSB Kabupaten Pandeglang, Beni Madsira, mengonfirmasi bahwa bantuan yang disalurkan berasal dari Lumbung Sosial sebagai bentuk respons cepat terhadap bencana.
“Setelah menerima laporan, relawan KSB bersama Forkopimcam langsung turun ke lokasi untuk menyalurkan bantuan logistik. Bantuan dari Lumbung Sosial telah diterima oleh enam kepala keluarga terdampak,” jelas Beni.
Hingga kini, kondisi di Kampung Batu Jaya masih dalam pengawasan ketat. BPBD, relawan, dan aparat desa terus berkoordinasi guna mengantisipasi kemungkinan pergerakan tanah susulan, terutama jika hujan kembali turun.
Relawan KSB juga mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera mengungsi apabila ditemukan retakan tanah bergerak yang semakin melebar atau bangunan mulai menunjukkan kemiringan ekstrem.
Bencana tanah bergerak di Cikeusik ini menambah deretan kejadian hidrometeorologi di Kabupaten Pandeglang sepanjang awal 2026, seiring dengan cuaca ekstrem yang diperkirakan masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.