BerandaBerita166 Sekolah Rakyat Resmi Beroperasi, Prabowo Tinjau Langsung Fasilitasnya

166 Sekolah Rakyat Resmi Beroperasi, Prabowo Tinjau Langsung Fasilitasnya

Saluran WhatsApp

Bantentv.com – Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan operasional 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Peresmian ini dilakukan dalam kunjungan kerjanya ke Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin, 12 Januari 2026.

Agenda peresmian tersebut digelar di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru dan diikuti secara daring oleh Sekretariat Presiden di Jakarta. Lokasi ini dipilih secara simbolis untuk mewakili operasional Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia.

Kedatangan Kepala Negara disambut dengan prosesi baris-berbaris oleh para siswa yang mengenakan jas almamater merah marun. Atribut yang digunakan meliputi pin logo SR di dada kiri, nama siswa di sisi kanan, tanda kepangkatan di bahu, dasi merah marun, kemeja putih, celana putih bergaris merah, serta baret merah berlogo SR.

Presiden Prabowo sempat merapikan seragam sejumlah siswa yang terlihat kurang rapi, mulai dari posisi baret, kerah kemeja, hingga dasi.

Baca Juga: 100 Sekolah Rakyat Berdiri, Prabowo Minta Guru Bawa Harapan bagi Siswa

Didampingi Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Menteri Luar Negeri Sugiono, Presiden kemudian meninjau satu per satu ruang kelas. Ia juga memeriksa fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar di gedung sekolah setinggi tiga lantai yang bercorak merah putih tersebut.

Di ruang kelas pertama, Presiden meninjau kegiatan belajar siswa kelas X. Para siswa sedang mengikuti pelajaran Bahasa Inggris dengan fasilitas laptop, layar PC, dan papan pintar.

Dalam ruang kelas tersebut terdapat sekitar 25 siswa yang duduk dalam lima baris kursi dengan satu guru pembimbing mata pelajaran.

Proses pembelajaran berlangsung interaktif melalui pemutaran film animasi berjudul Moana. Selain itu, ada sesi tanya jawab yang diikuti secara serius oleh para siswa. Bahasa pengantar yang digunakan adalah bilingual, yakni Inggris dan Indonesia.

Presiden Prabowo selanjutnya meninjau ruang perpustakaan. Ia mengecek layar pintar digital bernama Anjungan Baca Digital yang terkoneksi langsung dengan seluruh koleksi buku di Perpustakaan Nasional, Jakarta.

Baca Juga: Ribuan Siswa di Lebak Antusias Ikuti Program Sekolah Rakyat

Presiden juga menyaksikan peragaan mesin kehadiran kelas berbasis digital yang dilengkapi kamera dan diperagakan oleh dua orang pelajar Sekolah Rakyat.

“Bagus, di zaman saya belum ada,” kata Presiden merespons penjelasan terkait mesin absensi tersebut.

Fasilitas berikutnya yang ditinjau Presiden adalah ruang laboratorium untuk mengecek peralatan pendukung pembelajaran sekaligus berdialog dengan para siswa.

Presiden berpesan agar para siswa tidak ragu bertanya kepada guru jika mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran.

“Kamu suka sekolah ini? Bisa mengikuti pelajaran? Kalau tidak mengerti, tanya guru ya. Jangan malu bertanya,” pesan Presiden kepada salah satu siswa.

Di sekolah tersebut juga tersedia mini bank dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Mini bank ini menyediakan layanan edukasi perbankan hingga program bank sampah bagi para pelajar.

Turut mendampingi Presiden dalam agenda tersebut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Pada tahun 2025, sebanyak 166 titik lokasi Sekolah Rakyat Rintisan telah beroperasi. Lokasi tersebar di Sumatera sebanyak 35 lokasi, Jawa 70 lokasi. Sementara di Bali dan Nusa Tenggara tujuh lokasi, Kalimantan 13 lokasi, Sulawesi 28 lokasi, Maluku tujuh lokasi, serta Papua enam lokasi.

Sekolah Rakyat Rintisan saat ini menampung 14.846 siswa dan didukung oleh 2.218 guru serta 4.889 tenaga kependidikan.

Editor : Erina Faiha

TERKAIT
- Advertisment -