BerandaBeritaFestival Ikan Mas Sinyonya 2025, Lestarikan Ikan Langka Khas Pandeglang

Festival Ikan Mas Sinyonya 2025, Lestarikan Ikan Langka Khas Pandeglang

Saluran WhatsApp

Bantentv.com – Untuk meningkatkan semangat para pembudidaya ikan mas sinyonya di Kabupaten Pandeglang, Mina Agrowisata Bukit Sinyonya kembali menggelar Festival Ikan Mas Sinyonya 2025.

Acara yang digelar di Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang pada Kamis, 30 Oktober 2025 ini, menjadi ajang tahunan yang dinantikan para petani ikan lokal.

Festival tersebut menampilkan beragam kategori penilaian yang dilakukan secara cermat oleh para juri.

Setiap ikan yang dilombakan dinilai berdasarkan bentuk tubuh, warna, kesehatan, serta ciri khas dari ikan mas sinyonya itu sendiri.

Ikan mas sinyonya dikenal sebagai salah satu kekayaan hayati khas Kabupaten Pandeglang.

Baca Juga: Lewat Sinyonya Festival, Wabup Iing Ajak Warga Banjar Kembangkan Budidaya Ikan Lokal

Ciri paling menonjol dari ikan ini terletak pada bentuk matanya yang sangat sipit hingga hampir tak terlihat. Keunikan ini menjadikannya berbeda dari ikan mas pada umumnya.

Selain itu, ikan mas sinyonya disebut sebagai jenis ikan purbakala yang kini keberadaannya semakin langka.

Karena itu, melalui festival ini, panitia berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat. Tujuannya adalah untuk menjaga dan melestarikan plasma nutfah ikan asli Banten tersebut.

Wahyu Kusnadiharja  selaku panitia festival menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan gelaran tahun kedua. Usaha ini bertujuan mendorong keberlanjutan budidaya ikan mas sinyonya.

Baca Juga: Ikan Mas Sinyonya Asal Pandeglang Primadona Pasar Ekspor

“Melalui festival ini, kami ingin menginspirasi para pembudidaya agar terus mengembangkan ikan khas Pandeglang ini. Kami juga ingin memperkenalkannya ke masyarakat luas,” ujar Wahyu.

Selain perlombaan, Wahyu mengungkapkan, acara juga dimeriahkan dengan program Gerakan Makan Ikan (Gemar Ikan).

“Kami menyiapkan sekitar 200 kilogram ikan yang diolah menjadi berbagai menu lezat untuk disantap bersama peserta dan pengunjung,” ungkapnya.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana edukasi dan promosi. Ini menunjukkan bahwa ikan lokal memiliki potensi ekonomi dan gizi tinggi bagi masyarakat.

Editor AF Setiawan
TERKAIT
- Advertisment -