Bantentv.com – Beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan Ketua FKUB Kota Serang KH. Matin Syarkowi membayar karcis parkir pada jemaah yang berada di dalam area Masjid Agung Ats-Tsauroh beberapa waktu lalu, hingga kini menjadi perbincangan masyarakat khususnya Kota Serang.
Betapa tidak? Masyarakat mempertanyakan keberadaan gate parkir yang terpasang di area masjid. Mereka mengeluh karena masjid yang seharusnya bebas parkir justru malah dikenakan tarif seperti saat sedang berbelanja di mall atau pusat perbelanjaan.
Dengan keberadaan parkir tersebut, sempat menuai kritikan dari berbagai pihak, dan menyayangkan adanya gate parkir di Masjid Agung Ats-Tsauroh Kota Serang. Atas dasar itu, Ketua DKM Masjid Agung Ats-Tsauroh Kota Serang angkat bicara terkait banyaknya respons masyarakat tentang hal tersebut.
Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung Ats-Tsauroh, Khaeroni mengatakan bahwa pihaknya turut prihatin atas video viral yang memperlihatkan masjid mengenakan tarif kepada pengelola parkir di pintu keluar masjid.
“Saya selaku ketua DKM turut prihatin atas kejadian kemarin, karena memang tempat ibadah yang namanya masjid Agung Ats-Tsauroh ini parkirnya seharusnya dibebaskan, dengan parkir biasa dan jemaah membayar parkir dengan sukarela,” ujar Khaeroni kepada Bantentv.com pada Minggu, 14 Agustus 2025 melalui sambungan telepon.
Baca Juga: Bazar Ramadan Masjid Agung Ats-Tsauroh Kota Serang Jadi Pilihan Warga Berburu Takjil
Dirinya selaku DKM merasa tidak dilibatkan atau pun tidak diberikan kontribusi dalam hal pengelolaan parkir oleh pihak yayasan. Sehingga pihaknya sangat menyayangkan hal tersebut.
“Jadi saya selama menjadi Ketua DKM ini merasa belum pernah dilibatkan atau diberikan kontribusi,” terang pria yang kerap disapa Roni.
Mantan Anggota DPRD Kota Serang 2019-2024 ini juga menambahkan, bahwa pihaknya juga bukan menyoroti persoalan parkirnya, melainkan kepekaan terhadap masyarakat yang ingin melaksanakan ibadah di masjid Agung ini. Ia juga menyarankan untuk memberikan parkir secara sukarela agar masyarakat merasa nyaman berada di area masjid.
“Saya bukan juga menyoroti tentang masalah parkirnya, tapi kita harus peka bahwa yang datang ke masjid itu orang yang niatan ibadah untuk melaksanakan sholat, atau aktivitas keagamaan lainnya. Saya juga menyarankan untuk memberikan parkir secara sukarela atau seikhlasnya jemaah, jangan ditarif apalagi perjam,” ungkapnya.
Khaeroni juga mengaku tidak pernah ikut campur dan tidak pernah merasakan hasil dari uang parkir tersebut oleh yayasan. Sebab, saat menjabat sebagai Ketua DKM, gate parkir tersebut sudah ada dan berjalan.
“Gak ada, saya tidak pernah ikut campur dan tidak pernah merasakan hasil dari uang parkir, karena kan saat saya menjabat ketua, parkir itu sudah berjalan,” terangnya.
Dengan berita yang viral tersebut, Khaeroni pun mengaku turut terkena imbasnya seperti banyak pengaduan kepada dirinya baik langsung maupun melalui telepon dan pesan, sehingga dirinya berharap pemberlakuan tarif parkir yang ada saat ini, dapat dibebaskan.
“Ya sejak ada berita itu yang viral, banyak yang mengadu pada saya, ya saya memang berharap kalau pun dibebaskan Alhamdulillah, sekali lagi, kalau pun parkir itu dibebaskan dan jemaah yang mau melaksanakan sholat itu memberikan parkir sukarela itu yang tepat buat saya selaku ketua,” pungkas Khaeroni.
Dengan adanya tarif parkir yang diberlakukan ini, sangat berdampak pada menurunnya masyarakat untuk memasuki area masjid dan jemaah yang ingin melakukan ibadah di Masjid Agung Ats-Tsauroh Kota Serang.