Bantentv.com – Akhir akhir ini sering kita dengar banyak kasus yang terjadi di kalangan remaja. Kasus yang sering kita dengar salah satunya ialah tawuran.
Tawuran yang biasa kita kenal yaitu sekelompok remaja saling rusuh dengan perbedaan latar belakang, seperti tawuran antar geng motor, tawuran antar daerah dan bahkan sekarang ada tawuran antar suporter bola.
Aksi yang tidak terpuji ini banyak merugikan banyak hal, seperti dapat merugikan masyarakat yang tinggal di sekitar, lalu lintas yang terhalang, dan dapat merusak fasilitas di tempat tersebut.
Bisa dilihat di sekitar kita dari banyaknya para pelaku tawuran ini lebih didominasi pada anak remaja yang masih duduk di bangku sekolah SMA/SMK.
Di umur yang masih remaja, sangat rentan terhadap kasus-kasus yang terjadi saat ini, seperti kasus tawuran. Psikolog klinis anak dan remaja dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia (UI) Vera Itabiliana Hadiwidjojo S. Pi, mengemukakan bahwa remaja menjadi fenomena yang rutin saat ini dengan alasan yang sama sejak dulu hingga sekarang.
Menurut Vera, ada faktor yang menjadi alasan para remaja melakukan aksi tawuran. Fungsi otak yang belum optimal sehingga belum bisa memikirkan Konsekuensi dan jangka waktu kedepannya.
“Remaja ingin merasa menjadi bagian dari satu kelompok dan jika merasa diterima oleh kelompok tersebut maka remaja akan cenderung mengikuti nilai (value) dari kelompok tersebut termasuk jika nilainya mengandung kekerasan,” kata nya.
Sementara itu Faktor lainnya, Vera berpendapat adanya peran media sosial yang dapat mengakomodir kebutuhan mereka salah satunya menjadi perhatian masyarakat.
“Media sosial menjadi alat yang dapat mengakomodir kebutuhan remaja yang cenderung suka terhadap sensasi, ingin dianggap berani, rebel serta keren dan menjadi perhatian orang banyak,” katanya.
Aksi tawuran ini dapat berpengaruh pada kesehatan mental remaja bahkan dapat membuat remaja terkena gangguan jiwa. Hal ini terjadi karena mereka sudah terpengaruhi dengan lingkungan yang ada dan media sosial media yang mereka kelola.
Tak hanya itu, tawuran di lingkungan remaja juga bisa disebabkan oleh FOMO (fear of missing out ) takut akan tertinggal jika tidak mengikuti aktivitas tersebut.*(nurul/red)