Senin, Juli 22, 2024
BerandaWisataPulihkan Habitat Ubur-Ubur Langka, Danau di Pulau Kakaban Masih Ditutup Sementara

Pulihkan Habitat Ubur-Ubur Langka, Danau di Pulau Kakaban Masih Ditutup Sementara

Bantentv.com – Pulau Kakaban atau yang biasa dikenal dengan Danau Ubur-Ubur yang berada di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, hingga saat ini masih ditutup sementara untuk para wisatawan sejak akhir 2023 hingga kini.

Pasalnya, dalam beberapa waktu terakhir, ubur-ubur yang biasanya kerap menemani para wisatawan berenang tersebut, tak lagi muncul di perairan Pulau Kakaban.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno baru-baru ini meninjau dan melihat secara langsung kondisi pulau tersebut, Selasa 2 Juli 2024.

Usai melakukan tinjauan, Sandiaga mengatakan, keberlangsungan habitat dan kelestarian dari ubur-ubur langka ini harus menjadi prioritas serta tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

Di wilayah tersebut terdapat empat spesies ubur-ubur tak menyengat, namun menurut keterangan dari pengelola wisata itu dalam enam bulan terakhir hewan tak menyengat tersebut tiba-tiba menghilang. “ini mungkin akibat atau hamper bisa dipastikan karena jumlah minat wisatawan yan tergolong tinggi, juga penggunaan zat kimia bagi yang berenang dengan menggunakan skincare, body lotion, namun destroying” ujar Sandiaga.

Sandiaga juga mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang dengan sigap menutup sementara Pulau Kakaban bagi wisatawan sejak 28 Desember 2023. Ia berharap langkah ini bisa membuat ubur-ubur tak menyengat yang merupakan ikon pariwisata Berau kembali seperti sedia kala. Para ahli pun diundang untuk melakukan kajian atas peristiwa yang terjadi.

“Jadi untuk wisatawan mohon kerja samanya. Yang datang ke Kakaban Island hanya bisa menikmati dan tidak ikut berenang di danau. Mari kita hormati proses pemulihan alam ini. Karena masa depan pariwisata hijau untuk generasi selanjutnya,” imbau Sandiaga.

Sandiaga juga menyebut, jika Danau Ubur-ubur nantinya telah pulih dan kembali dibuka untuk wisatawan umum, kemungkinan akan ada beberapa peraturan yang diberlakukan, salah satunya carrying capacity. Wisatawan tidak diperbolehkan berenang serta melakukan hal lain yang bisa membahayakan ekosistem di destinasi tersebut. Tentu hal ini juga masih dikaji lebih dalam oleh para pihak terkait.

Pada waktu yang sama, Bupati Berau Sri Juniarsih berharap seluruh pihak baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengelola destinasi memperkuat kolaborasi. Dan wisatawan yang berkunjung ke Pulau Kakaban dapat mematuhi aturan-aturan yang berlaku. “Mudah-mudahan usaha ini membuahkan hasil yang baik untuk kita semua dan mudah-mudahan kekayaan alam ini tetap dapat disaksikan anak cucu kita ke depan. Untuk kemajuan Berau yang lebih baik,” kata Sri.

TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

DIBAGIKAN

KOMENTAR