Bantentv.com – Video influencer Dwi Sasetyaningtyas yang membahas kewarganegaraan anaknya memicu polemik luas di media sosial. Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) akhirnya buka suara dan berencana memanggil suami DS yang masih memiliki kewajiban kontribusi sebagai alumni penerima beasiswa negara.
Pernyataan DS dalam video tersebut dinilai banyak pihak menyinggung identitas kebangsaan dan memicu kritik dari warganet.
Kontroversi bermula dari unggahan video DS yang menunjukkan kegembiraannya karena anak keduanya memiliki kewarganegaraan asing. Video itu kemudian viral dan menuai perdebatan publik.
Baca Juga: Tinggal Menghitung Hari, Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap 1 Ditutup 23 Februari!
Dalam video yang beredar, DS menyampaikan pernyataan yang kemudian menuai kritik.
“Aku tahu dunia terlihat enggak adil. Tapi cukup aku saja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu,” kata DS.
Meski video tersebut sudah dihapus, potongan pernyataan itu masih ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial.
Sebagian warganet mempertanyakan sikap DS sebagai alumni penerima beasiswa negara yang dianggap tidak sensitif terhadap Indonesia.
LPDP Buka Suara

Menanggapi polemik tersebut, LPDP menyatakan akan memanggil AP, suami DS, yang diketahui masih memiliki kewajiban kontribusi kepada Indonesia sebagai alumni.
Dalam aturan LPDP, setiap awardee diwajibkan menjalani masa kontribusi di Indonesia selama dua kali masa studi ditambah satu tahun.
Apabila kewajiban tersebut tidak dipenuhi, LPDP dapat memberikan sanksi hingga pengembalian dana beasiswa.
Namun LPDP menegaskan bahwa Dwi Sasetyaningtyas sendiri sudah tidak terikat dengan lembaga tersebut.
DS diketahui telah menyelesaikan studi S2 pada 31 Agustus 2017 dan menuntaskan masa pengabdiannya sesuai ketentuan.
Meski begitu, LPDP menyayangkan munculnya polemik dari unggahan tersebut.
Lembaga tersebut menilai pernyataan DS tidak mencerminkan nilai integritas, etika, dan profesionalisme yang ditanamkan kepada para penerima beasiswa.
LPDP juga menyatakan akan tetap berkomunikasi dengan DS agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial.
Permintaan Maaf DS
Setelah videonya viral, DS menyampaikan permohonan maaf melalui akun Instagram pribadinya.
“Saya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat yang merasa tersakiti, tersinggung, maupun tidak nyaman,” tulisnya.
Baca Juga: Beasiswa S2 Double Degree Kemenag RI–Australia Resmi Dibuka, Ini Syarat dan Jadwal Lengkapnya
Ia menyebut pernyataan tersebut muncul dari rasa kecewa, lelah, dan frustrasi pribadinya sebagai warga negara Indonesia.
“Saya menyadari bahwa kekecewaan tersebut tidak seharusnya disampaikan dengan cara yang berpotensi melukai perasaan banyak orang,” ujarnya.