Minggu, Juli 14, 2024
BerandaInHouseFeatureWaspada Kasus Gagal Ginjal Akut pada Anak

Waspada Kasus Gagal Ginjal Akut pada Anak

Serang, Bantentv.com – Kasus gangguan ginjal akut atau acute kidney injury (AKI) mengalami peningkatan drastis beberapa waktu terakhir. Terhitung sejak Agustus 2022 lalu, Kementerian Kesehatan dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menerima laporan kasus AKI pada anak-anak di bawah usia 5 tahun. Peningkatan tajam ini dinilai berbeda dengan kasus-kasus sebelumnya, dan penyebabnyapun masih dalam tahap penelitian.

Dilansir dari laman website resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), hingga 18 Oktober 2022 kemarin sebanyak 206 kasus AKI telah dilaporkan. Kasus ini berasal dari 20 provinsi dengan angka kematian mencapai 99 anak dan didominasi usia 1-5 tahun.

Hingga kini penyebab kasus gagal ginjal akut pada anak belum diketahui secara pasti. Oleh karena itu pemerintah bersama IDAI dan RS Cipta Mangunkusumo (RSCM) membentuk tim yang bertugas mengamati dan menyelidiki kasus ini.

Kemenkes melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap sampel obat yang dikonsumsi para pasien. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan penyebab dan faktor risiko yang menyebabkan gangguan ginjal akut. Dalam pemeriksaan sementara ditemukan jejak senyawa yang berpotensi mengakibatkan AKI.

Sebagai bentuk kewaspadaan untuk mencegah peningkatan kasus AKI, Kemenkes RI menginstruksikan kepada seluruh tenaga kesehatan dan fasilitas layanan kesehatan untuk sementara tidak memberikan obat-obatan dalam bentuk cair atau sirup. Instruksi ini berlaku sampai hasil penelitian tuntas. Kemenkes juga meminta seluruh apotek untuk sementara tidak menjual obat sirup kepada masyarakat.

Masyarakat diimbau untuk mengenali gejala gagal ginjal pada anak seperti berubahnya warna urin menjadi kuning kecoklatan, kurangnya jumlah dan intensitas buang air kecil bahkan tidak buang air kecil dalam waktu lama (8 jam). Selain itu, gejala lain yang mneyertai juga patut diwaspadai seperti mual, muntah, diare, batuk, pilek, sering mengantuk dan demam.

Dengan adanya kasus peningkatan tersebut, Kemenkes mengimbau masyarakat agar tidak panik namun tetap waspada. Masyarakat dianjurkan tetap menerapkan prilaku hidup bersih seperti mencuci tangan, makan makanan yang bergizi, serta perbanyak konsumsi air minum. (kholi/red)

TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

DIBAGIKAN

KOMENTAR