Senin, Juni 24, 2024
BerandaInHouseFeatureInilah Sejarah Mengapa Gaun Jarang Mempunyai Kantong

Inilah Sejarah Mengapa Gaun Jarang Mempunyai Kantong

Serang, Bantentv.com – Pakaian merupakan barang yang dipakai sehari-hari. Pada dasarnya pakaian memiliki beberapa bagian, seperti bagian tangan, kerah, hingga akses pemakaian seperti kancing atau resleting. Aneh rasanya jika ada kekurangan pada bagian pakaian tersebut. Namun, ada salah satu bagian pakaian yang sering dianggap sepele, padahal sangat penting yaitu saku atau kantong. Meskipun begitu, tenyata secara tidak sadar banyak pakaian perempuan salah satunya gaun tidak memiliki kantong. Walaupun ada, saku yang dibuat dengan ukuran yang sangat kecil atau hanya sebagai hiasan saja.

Awalnya kantong sudah digunakan oleh manusia kuno, mereka menjahit kain membentuk kantong untuk menaruh barang berharga dan untuk menyimpan perkakas berburu seperti penusuk tulang, bor, dan pengikir.

Kemudian pada abad ke-13, saku  ditemukan pada pakaian khas eropa yang bernama fitchet. Pakaian ini dibuat dengan bentuk potongan vertikal sehingga memunculkan adanya lubang untuk menyimpan barang seperti dompet atau kunci. Namun, pada abad ke-17 jarang adanya kantong pada gaun perempuan. Pada abad ini perempuan hanya memiliki kantong yang dijahit terpisah dari pakaiannya. Kantong ini hanya diikatkan di pinggang baju dengan tali.  Sejak saat itu kantong gantung menjadi tren dan populer.

Kemudian pada masa itu perempuan menemukan inovasi dalam cara pemakaian kantong ini. Sebagian perempuan merasa bila kantong yang digantung di luar gaun akan memudahkan mereka untuk mengambil barang-barang. Sedangkan, yang lain merasa lebih aman bila kantong mereka digunakan di dalam gaun. Karena saat itu, gaun yang digunakan adalah jenis gaun yang lebar, maka pemakaian kantong gantung di dalam gaun tidak akan mengubah penampilan dalam bentuk gaun mereka. Meskipun kantong gantung tetap diproduksi terpisah dari gaun karena dinilai lebih praktis dalam membawa barang yang lebih banyak daripada dengan menjahit kantung secara langsung pada gaun.

Pada tahun 1900 saat perang dunia terjadi, wanita telah beralih untuk memakai celana. Namun, kantong tidak diproduksi pada celana untuk wanita karena pada saat itu kantong yang besar merupakan simbol maskulinitas. Namun, kebiasaan tersebut masih bergulir sampai sekarang walau memunculkan berbagai perdebatan. Beberapa orang mengatakan bahwa kantong pada pakaian wanita baik gaun atau celana akan merusak bentuk pakaian, karena kebanyakan pakaian wanita dibuat untuk mengikuti bentuk tubuh pemakainya. Sedangkan, beberapa orang lainnya beranggapan bahwa minimnya kantong pada pakaian wanita sebagai usaha para desainer untuk memasarkan tas mereka. (red)

TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

DIBAGIKAN

KOMENTAR