BerandaGaya HidupKesehatanRahasia Sahur Agar Tidak Cepat Lapar, Menkes Sarankan Minum Susu

Rahasia Sahur Agar Tidak Cepat Lapar, Menkes Sarankan Minum Susu

Saluran WhatsApp

Bantentv.com – Sahur menjadi bagian penting dalam menjalankan ibadah puasa. Selain bernilai sunnah, waktu sahur juga sangat menentukan kondisi tubuh selama menahan lapar dan haus hingga lebih dari 12 jam.

Karena itu, memilih makanan dan minuman yang tepat saat sahur sangat penting agar tubuh tetap bertenaga sepanjang hari.

Banyak orang mengandalkan karbohidrat sebagai menu utama sahur karena dianggap mampu memberikan rasa kenyang lebih lama. Namun, Kementerian Kesehatan justru menyarankan agar menu sahur lebih banyak mengandung protein.

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menyampaikan bahwa asupan protein lebih efektif membantu tubuh merasa kenyang lebih lama dibandingkan karbohidrat.

“Pada saat sahur itu jangan makan tinggi karbohidrat tapi harus tinggi protein. Siapa yang saat sahur minumnya air putih saja? Itu kayaknya ada yang kurang. Kasih tahu nih satu minuman wajib saat sahur namanya susu,” ujar Budi Gunadi Sadikin dalam unggahan Instagram yang berkolaborasi dengan akun resmi Kementerian Kesehatan.

Baca Juga: Menu Sahur Simpel Tanpa Nasi Bikin Kenyang Seharian

Ia menambahkan, susu yang dianjurkan adalah susu putih murni atau fresh milk tanpa tambahan rasa (plain).

Menurutnya, susu memiliki kandungan protein tinggi yang dapat membantu memperlambat proses pengosongan lambung.

Dengan proses tersebut, rasa kenyang bisa bertahan lebih lama sehingga tubuh tidak cepat merasa lapar saat berpuasa.

Selain susu, sumber protein lain juga dapat dikonsumsi saat sahur, seperti telur, ikan, daging tanpa lemak, tahu, dan tempe.

Protein dikenal memiliki kemampuan menjaga kestabilan energi dalam tubuh dibandingkan karbohidrat sederhana yang biasanya hanya memberikan rasa kenyang dalam waktu singkat.

Meski demikian, konsumsi susu tetap perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing. Bagi orang yang memiliki sensitivitas terhadap laktosa atau lactose intolerance, dianjurkan untuk mengonsumsinya dalam jumlah yang tidak berlebihan.

Dengan memperhatikan komposisi nutrisi yang seimbang saat sahur, puasa dapat dijalani dengan lebih nyaman tanpa rasa lemas berlebihan di siang hari.

Editor AF Setiawan
TERKAIT
- Advertisment -