BerandaGaya HidupKesehatanNiat Diet Saat Puasa, Kok Berat Badan Malah Naik? Ini Kesalahan yang...

Niat Diet Saat Puasa, Kok Berat Badan Malah Naik? Ini Kesalahan yang Sering Terjadi

Saluran WhatsApp

Bantentv.com – Banyak orang masuk Ramadan dengan satu niat tambahan selain ibadah. Diet saat puasa ingin menurunkan berat badan.

Logikanya sederhana. Makan hanya dua kali sehari, tidak ngemil, dan ada jeda belasan jam tanpa asupan kalori. Harusnya timbangan turun.

Namun kenyataannya, setelah Lebaran justru angka di timbangan naik. Apa yang salah?

Baca Juga: Makanan Murah yang Mengandung Protein Tinggi, Cocok untuk Orang sedang Diet

“Balas Dendam” Saat Berbuka

Setelah hampir 13 jam menahan lapar dan haus, godaan meja makan terasa luar biasa. Gorengan, kolak, minuman manis, nasi dalam porsi besar. Semua terasa wajar karena merasa sudah “menahan diri” seharian.

Padahal, berbuka dengan gula dan porsi besar sekaligus bisa memicu lonjakan insulin. Efeknya, tubuh justru kembali cepat lapar dan ingin makan lagi setelah tarawih. Inilah yang sering membuat kalori masuk jauh lebih banyak dibanding hari biasa.

Salah Kaprah Soal Diet Saat Puasa

Tidak sedikit yang berpikir, “Sekalian saja tidak sahur biar cepat kurus.” Padahal, melewatkan sahur justru membuat tubuh lemas dan metabolisme melambat. Saat berbuka, nafsu makan cenderung sulit dikontrol.

Alih-alih turun berat badan, pola seperti ini justru memicu penumpukan kalori di malam hari.

Kunci Sederhana yang Sering Dilupakan

Diet saat puasa bukan soal mengurangi makan sebanyak mungkin, tetapi mengatur komposisi.

Tubuh tetap membutuhkan:

  • Protein untuk menjaga massa otot
  • Serat agar kenyang lebih lama
  • Cairan cukup untuk mencegah dehidrasi

Mulailah berbuka dengan air putih dan kurma secukupnya. Beri jeda sebelum makan utama.

Saat sahur, pilih makanan yang mengandung protein seperti telur, ikan, atau tempe, ditambah sayuran dan karbohidrat kompleks.

Kenapa Badan Terasa Lemas?

Rasa lemas sering muncul bukan karena puasanya, tetapi karena pola makan yang tidak seimbang dan kurang tidur.

Perubahan jadwal sahur membuat waktu istirahat berkurang. Kurang tidur dapat meningkatkan hormon lapar dan membuat keinginan makan manis semakin tinggi. Jika ditambah kurang gerak, berat badan pun lebih mudah naik.

Tetap Bergerak, Meski Ringan

Puasa bukan alasan untuk berhenti beraktivitas. Olahraga ringan menjelang berbuka seperti jalan santai atau peregangan bisa membantu menjaga metabolisme tetap aktif. Tidak perlu ekstrem. Konsisten jauh lebih penting.

Ramadan seharusnya menjadi momen memperbaiki pola hidup, bukan sekadar menahan lapar.

Baca Juga: Catat! Ini Makanan dan Minuman yang Perlu Dihindari Saat Sahur

Jika dijalani dengan pola makan seimbang dan kesadaran penuh, puasa bisa membantu berat badan lebih terkontrol tanpa membuat tubuh lemas.

Yang terpenting, ibadah tetap khusyuk, tubuh tetap bertenaga, dan tidak ada lagi cerita “diet gagal setelah Lebaran”.

Editor AF Setiawan
TERKAIT
- Advertisment -