Pandeglang, Bantentv.com – Akses utama yang menghubungkan permukiman warga di Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, lumpuh total akibat banjir yang merendam wilayah tersebut selama dua hari terakhir. Terputusnya akses jalan memaksa ribuan warga menggunakan perahu kayu sebagai satu-satunya sarana transportasi untuk beraktivitas.
Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Pandeglang menyebabkan Sungai Cilemer meluap, sehingga badan jalan raya yang menghubungkan Kecamatan Pagelaran menuju Patia terendam air cukup dalam. Kondisi ini membuat kendaraan roda dua maupun roda empat sama sekali tidak bisa melintas.
Jalur yang biasanya ramai kini berubah menjadi aliran air yang memutus urat nadi aktivitas masyarakat setempat.
Demi menjalankan keperluan mendesak, warga terpaksa menggunakan perahu kayu atau motor roda tiga (tossa) yang dimodifikasi.
Baca Juga: Banjir Luapan Sungai Cilemer di Desa Idaman Mulai Surut
Namun, fasilitas darurat ini tidak gratis. Tarif penyeberangan berkisar Rp20.000 hingga Rp40.000 per sekali jalan, menjadi beban tambahan bagi masyarakat yang terdampak bencana.
“Terpaksa diangkut pakai motor roda tiga karena jalannya tidak bisa dilewati. Tadi ongkosnya Rp40 ribu satu motor, airnya tinggi, saya naik ini juga sebagian motor masih terendam,” ujar Reza, warga Patia.

Banjir tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga melumpuhkan sektor ekonomi.
Para petani di Kecamatan Patia kini kesulitan mendistribusikan hasil panen mereka ke luar wilayah karena akses logistik terhambat.
“Saya menyeberang pakai perahu warga, airnya deras, tidak bisa dilewati. Tadi ongkosnya Rp20 ribu,” kata Asnawi di lokasi, Rabu, 14 Januari 2026.
Berdasarkan data lapangan, ribuan warga kini terisolasi, menunggu debit air Sungai Cilemer menurun agar akses jalan kembali normal dan aktivitas ekonomi bisa berjalan.
Warga diimbau tetap waspada, mengingat curah hujan di wilayah Pandeglang dan Banten Selatan diprediksi masih akan tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Editor : Erina Faiha