Cilegon, Bantentv.com – Motif pembunuhan bocah berusia 9 tahun di Kota Cilegon akhirnya terungkap. Pelaku berinisial H-A, warga asal Palembang, nekat melakukan aksi keji tersebut akibat tekanan ekonomi setelah mengalami kerugian besar dalam investasi kripto.
Fakta itu diungkap dalam ekspose kasus yang digelar di Mapolres Cilegon, Senin, 5 Januari 2026).
Polisi menyebut kerugian finansial yang dialami pelaku mencapai Rp4 miliar, hingga membuatnya terlilit utang ratusan juta rupiah.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten, Kombes Pol Dian Setyawan, menjelaskan bahwa H-A awalnya bermain kripto dengan modal awal Rp400 juta, yang berasal dari tabungan bersama istrinya. Investasi tersebut sempat menghasilkan keuntungan besar.
Baca Juga: Terungkap! Ini Motif Pelaku Pembunuhan Anak di BBS III Cilegon
“Modal awal Rp400 juta itu berkembang hingga mencapai Rp4 miliar. Namun seluruh keuntungan tersebut kembali digunakan untuk bermain kripto hingga mengalami kerugian total,” ujar Kombes Dian.
Setelah mengalami kerugian, pelaku kembali mencari modal dengan cara berutang.
Total pinjaman yang dilakukan mencapai Rp820 juta, terdiri dari pinjaman bank sebesar Rp700 juta, koperasi Rp70 juta, serta pinjaman online Rp50 juta.
“Uang pinjaman tersebut kembali digunakan untuk bermain kripto dan kembali mengalami kerugian,” lanjutnya.
Selain tekanan ekonomi, polisi juga mengungkap bahwa pelaku menderita penyakit kanker dan harus menjalani pengobatan rutin di Jakarta, yang semakin memperberat beban finansialnya.
Kondisi tersebut mendorong pelaku nekat melakukan pencurian dengan target rumah-rumah mewah di wilayah Cilegon.
Dalam aksi itulah, pelaku diduga melakukan pembunuhan terhadap bocah 9 tahun yang kemudian menggemparkan warga.