Serang, Bantentv.com – Lonjakan pasien rawat inap membuat kapasitas ruang perawatan di Puskesmas Jawilan, Kabupaten Serang, mengalami overkapasitas. Kondisi tersebut memaksa petugas kesehatan memanfaatkan lorong darurat sebagai tempat perawatan sementara bagi pasien yang baru masuk.
Meski harus ditempatkan di lorong darurat, pasien tetap mendapatkan pelayanan dan pemantauan medis secara maksimal dari tenaga kesehatan yang bertugas.
Kepala Puskesmas Jawilan, Imas Migiarti, mengatakan tingginya jumlah pasien yang datang berobat menjadi salah satu penyebab ruang rawat inap penuh.
Setiap hari, kunjungan pasien ke Puskesmas Jawilan dapat mencapai sekitar 300 orang, baik untuk rawat jalan maupun pasien yang membutuhkan perawatan lebih lanjut.
Akibat keterbatasan kapasitas ruang perawatan, pihak puskesmas terpaksa menempatkan pasien baru di lorong darurat sambil menunggu ketersediaan tempat tidur di ruang rawat inap.
Baca Juga: Puskesmas Jawilan Luncurkan Empat Inovasi Pelayanan
“Dikarenakan ruang rawat inap penuh, sementara pasien kita tempatkan di lorong darurat. Setelah ada pasien yang pulang, langsung kita masukkan ke ruangan. Kami tidak pernah menolak pasien meskipun ruangan penuh di puskesmas,” kata Imas, Selasa, 9 Juni 2026.
Ia menegaskan, meskipun kapasitas ruang perawatan sedang penuh, pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama.
Menurutnya, keselamatan pasien menjadi perhatian utama sehingga seluruh pasien yang datang tetap mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan medisnya.
“Kita pastikan pemberian layanan kesehatan kepada masyarakat paling utama guna keselamatan pasien itu sendiri,” tegasnya.
Pemanfaatan lorong darurat ini menjadi langkah sementara yang dilakukan Puskesmas Jawilan untuk memastikan seluruh pasien tetap memperoleh akses layanan kesehatan di tengah tingginya angka kunjungan dan perawatan.