Serang, Bantentv.com – Gubernur Banten Andra Soni mengapresiasi kinerja Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus M Tauchid, yang selama 18 tahun mengabdi dalam sektor pertanian dan peternakan. Selama bekerja, ia berhasil mencapai swasembada beras serta menjadikan Banten sebagai lumbung pangan terbesar kedelapan secara nasional.
Hal itu dikatakan Andra Soni usai menghadiri seremonial purna tugas Agus M Tauchid yang memasuki masa pensiun, Jumat, 27 Februari 2026.
Menurut Andra Soni, capaian swasembada tersebut merupakan prestasi luar biasa dan tidak mudah diraih. Ia meyakini, keberhasilan itu dapat terwujud karena dipimpin oleh sosok yang benar-benar ahli serta didukung oleh tim yang solid.
“Oleh karena itu, wajar jika beliau mendapat penghargaan Satya Lencana dari Kementerian Pertanian. Saya hadir di sini secara khusus memberikan penghormatan kepada Pak Agus yang akan memasuki episode baru dalam kehidupannya,” katanya.
Baca Juga: Distan Banten Pastikan Belum Ada Lahan Pertanian yang Puso
Andra Soni mengakui telah lama mengenal Agus M Tauchid. Bahkan, sebagai anak petani, ia kerap berdiskusi dan meminta saran. Saat pertama kali mendapat amanah sebagai Gubernur Banten, pejabat pertama yang ia datangi adalah Agus Tauchid.
“Saya berharap, meskipun pak Agus sudah purna tugas sumbang pikiran, gagasan serta sarannya untuk kemajuan pertanian di Provinsi Banten terus dilakukan,” harapnya.
Sementara itu, Agus Tauchid mengaku merasa terhormat menjelang purna tugas mendapat sambutan hangat dari Gubernur Banten. Menurutnya, hal tersebut menjadi motivasi untuk terus mengabdi bagi Banten meski tidak lagi berada di lingkungan pemerintahan.
“Semua harus tetap satu kesatuan gerak,” katanya.
Ia menambahkan, kolaborasi dan koordinasi yang selama ini terbangun dengan seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat ketahanan pangan di Banten harus terus ditingkatkan.
“Termasuk juga tadi saya menyerahkan sebuah buku yang saya tulis sendiri tentang transformasi pertanian di Banten,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Andra Soni juga memberikan kenang-kenangan berupa foto bersama berukuran besar dengan latar perumahan Suku Baduy yang dilengkapi pesan tertulis darinya.
Editor : Erina Faiha