Bantentv.com – Eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran mulai terasa dampaknya di Indonesia. Sejumlah penerbangan internasional dibatalkan, sementara sektor energi nasional ikut menjadi perhatian.
Sebanyak 18 penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta tercatat dibatalkan pada Minggu, 1 Maret 2026 akibat gangguan operasional dan pembatasan ruang udara di kawasan Timur Tengah.
Pihak bandara mengimbau calon penumpang untuk memantau jadwal penerbangan dan berkoordinasi langsung dengan maskapai atau menghubungi layanan InJourney Airports di nomor 172.
Selain itu, dampak konflik juga menyentuh perjalanan ibadah. Kementerian Haji dan Umrah mengimbau calon jamaah umrah untuk menunda keberangkatan demi alasan keselamatan.
Baca Juga: Ledakan Guncang Israel & Teluk, Iran Balas Serangan Israel–AS
Imbauan tersebut dikeluarkan menyusul meningkatnya eskalasi militer di kawasan Timur Tengah.
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan langkah tersebut merupakan bentuk kehati-hatian pemerintah dalam memastikan keamanan warga negara.
“Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah yang tidak menentu dan eskalasinya semakin tinggi, kami mengimbau jemaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya,” ujar Dahnil dalam keterangan tertulisnya, Minggu 1 Maret 2026.
Pemerintah juga meminta seluruh jamaah umrah yang saat ini berada di Arab Saudi beserta keluarga di Tanah Air untuk tetap tenang dan tidak panik.
Selain transportasi, sektor energi nasional juga dikhawatirkan terdampak.
Baca Juga: Ketegangan di Timur Tengah Memuncak, IRGC Tutup Selat Hormuz Setelah Serangan AS-Israel ke Iran
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty meminta pemerintah segera mengambil langkah antisipatif.
“Bukan hanya sektor pariwisata, tetapi utamanya sektor energi kita harus benar-benar diantisipasi,” ujarnya di Jakarta.
Menurutnya, ketegangan di Timur Tengah berpotensi memengaruhi stabilitas harga dan pasokan energi global.