Bantentv.com – Sudah satu pekan lebih bencana melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Hingga kini, proses pencarian korban yang tertimbun lumpur masih terus dilakukan di tengah kondisi medan yang sulit.
Salah satu wilayah yang mengalami dampak paling para usai dihantam banjir bandang pada Raby, 26 November 2025 lalu adalah Kabupaten Aceh Tamiang.
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), mengambil langkah cepat dengan mendatangkan tim ahli dari China untuk membantu proses pencarian dan evakuasi.
Kehadiran tim ini diharapkan dapat mempercepat penemuan korban, terutama di lokasi-lokasi yang tertutup lumpur tebal dan sulit dijangkau.
Tim ahli dari China didatangkan karena diperkirakan masih ada korban yang tertimbun lumpur di sejumlah wilayah terdampak.
Sehingga kondisi di lapangan itu menyulitkan tim penyelamat untuk melakukan pencarian jenazah korban di Aceh.
Gubernur Mualem mengatakan, lima tenaga ahli dari China ini membawa perangkat teknologi khusus yang dapat mendeteksi keberadaann jenazah di bawah tumpukan lumpur.
“Mereka punya alat mendeteksi mayat dalam lumpur, ini sangat membantu,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, di beberapa wilayah sepert Aceh Timur, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang, masih terdapat korban yang belum dievakuasi karena kondisi lapangan yang sangat berat.
“Lumpur itu sampai pinggang, jadi mereka ada alat untuk membantu kita,” katanya.
Berdasarkan data terbaru dari BNPB, pada Minggu, 7 Desember 2025 korban meninggal dunia yang telah ditemukan sebanyak 916 jiwa, dan korban hilang 274 jiwa.
Editor : Erina Faiha