Serang, Bantentv.com – Miris, seorang nenek sebatang kara bernama Arsanah, Kampung Pasir Limus, Desa Pasir Limus Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, Banten tinggal di gubuk reyot dekat kandang ayam.
Arsanah ditinggal almarhum suaminya sejak 3 tahun lalu dan tidak memiliki anak.
Untuk makan sehari-hari nenek Arsanah hanya mengandalkan pemberian tetangga sekitar. Jika tidak mendapatkan pemberian makanan dari tetangga dengan terpaksa nenek Arsanah tidak makan.
“Saya udah tiga tahun tinggal sendiri. Suami udah meninggal, saya juga nggak punya anak. Buat makan ya cuma ngandelin tetangga. Kalau nggak ada yang ngasih makanan, ya saya nggak makan,” ujar Nenek Arsanah.
Nenek Arsanah mengatakan untuk saat ini ia tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah padahal sebelumnya pernah mendapatkan bansos. Ia berharap agar pemerintah memperhatikannya.
“Sekarang saya nggak dapat bantuan dari pemerintah, padahal dulu pernah dapat. Saya cuma berharap pemerintah bisa perhatiin saya,” tutur Nenek Arsanah.
Sementara itu Ketua RT 01 Pasir Limus Iwan mengatakan nenek arsanah sudah lama tinggal di gubuk reyot dekat kandang ayam.
Nenek arsanah tidak memiliki anak kandung namun ia pernah mengurus anak angkat akan tetapi anak tersebut tidak ada kabar lagi setelah menikah.
“Nenek Arsanah udah lama tinggal di gubuk itu, dekat kandang ayam. Beliau nggak punya anak kandung, cuma pernah ngurus anak angkat. Tapi setelah anak itu nikah, nggak ada kabar lagi,” kata Iwan.
Menurutnya nenek arsanah tidak mendapatkan bantuan lantaran terkendala oleh indetintas diri KTP dan KK.
“Alasan beliau belum dapat bantuan karena terkendala identitas KTP sama KK,” imbuh Iwan.
Nenek arsanah cukup kesulitan untuk makan sehari-hari terlebih tempat tinggalnya yang terbilang jauh dari kata layak.
Potret nenek arsanah menyiratkan bahwa masih banyak orang di sekeliling kita yang membutuhkan uluran tangan.
Editor : Erina Faiha