Kamis, Juli 25, 2024
BerandaBeritaMaraknya Judi Online di Telegram, Menkominfo Ancam Blokir Jika Masih Membandel

Maraknya Judi Online di Telegram, Menkominfo Ancam Blokir Jika Masih Membandel

Jakarta, Bantentv.com – Maraknya kasus judi online yang telah menjamur di masyarakat terlebih pada aplikasi Telegram. Untuk itu Pemerintah Indonesia melalui Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) akan memberikan peringatan dan akan memblokir aplikasi Telegram.

Pemblokiran tersebut dilakukan karena pihak Telegram tidak adanya respon baik terhadap surat yang dikirimkan oleh Menkominfo.

Menteri Kominikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengatakan akan memblokir Telegram di Indonesia jika peringatan darinya tidak digubris.

“Ya nanti peringatan ketiga, kita tutup (Telegram),”ujar Budi Arie seusai rapat Satgas Pemberantasan Judi Online di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat yang dikutip dari Kompas.com.

Saat ini, Menkominfo telah melayangkan surat peringatan kedua ke Telegram. Menkominfo juga menyatakan telegram mempunyai batas waktu satu minggu menghapus konten-konten judi online yang ada di aplikasi tersebut.

Tak hanya judi online saja, diketahui di dalam aplikasi tersebut juga para pengguna bisa mengakses konten pornografi.

Saat ini pemberantasan judi online menjadi salah satu perhatian dari pemerintah. Bahkan pemerintah juga membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Judi Online sebagai salah satu langkah tegas dalam memberantas praktik judi online di Indonesia.

Adapun jumlah pelaku judi online kini tercatat mencapai 3,2 juta orang dan mirisnya 80 ribu pelakunya adalah anak di bawah umur.

Pada tahun 2017 lalu juga pemerintah pernah memblokir Telegram karena aplikasi tersebut dipakai untuk menyebarkan konten radikalisme, terorisme, hingga paham kebencian.

Kemudian di tahun ini pemerintah Indonesia juga telah melayangkan peringatan kedua kepada pihak aplikasi, dan akan melayangkan peringatan ketiga bahkan akan memblokir kembali aplikasi tersebut jika tidak pihak aplikasi tidak mengindahkan peringatan tersebut. (erina/red)

TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

DIBAGIKAN

KOMENTAR