Selasa, Januari 13, 2026
BerandaBeritaKolaborasi BNPT dan Kemendes PDT Perkuat Kemandirian Desa Berbasis Ekonomi

Kolaborasi BNPT dan Kemendes PDT Perkuat Kemandirian Desa Berbasis Ekonomi

Saluran WhatsApp

Pandeglang, Bantentv.com – Upaya penguatan kemandirian desa kini tidak hanya diarahkan pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat. Hal tersebut tercermin dalam kegiatan peresmian Workshop Pemberdayaan Ekonomi Kolaboratif Desa Siaga yang digelar di Desa Muruy, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Senin, 15 Desember 2025.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol (Purn) Eddy Hartono bersama Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, sebagai bagian dari sinergi lintas sektor dalam membangun desa yang mandiri dan berdaya.

Dalam workshop tersebut, limbah Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) diolah menjadi paving block yang memiliki nilai ekonomi. Inisiatif ini menjadi simbol nyata kemandirian desa sekaligus pendekatan baru dalam upaya pencegahan terorisme melalui pemberdayaan masyarakat.

Kepala BNPT Komjen Pol (Purn) Eddy Hartono menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman antara BNPT dan Kemendes PDT dalam membangun sinergi pertahanan dan keamanan berbasis masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari kesiapsiagaan nasional melalui pemberdayaan masyarakat. Workshop pembuatan paving block dari FABA ini sangat bermanfaat. Kami berterima kasih kepada PT PLN Indonesia Power atas transfer pengetahuan yang diberikan kepada masyarakat,” katanya saat pembukaan Workshop Pemberdayaan Ekonomi Kolaboratif Desa Siaga, Senin, 15 Desember 2025.

Ia menambahkan, pelaksanaan workshop pengelolaan FABA yang berlangsung di Desa Purwaraja dan Desa Muruy diharapkan mampu mendorong terwujudnya kemandirian desa sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat di wilayah tersebut.

Melalui pemanfaatan limbah industri yang bernilai ekonomis, masyarakat desa didorong untuk lebih produktif dan mandiri.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto (Bantentv.com/ Rangga)
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto (Bantentv.com/ Rangga)

Sementara itu, Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam membangun desa siaga.

Menurutnya, pengolahan FABA menjadi paving block membuktikan bahwa limbah dapat diubah menjadi sumber ekonomi yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Kita tidak bisa membangun Indonesia sendiri-sendiri, tetapi harus bersama-sama. Kolaborasi hari ini sangat luar biasa karena mampu mengubah limbah FABA menjadi produk bernilai ekonomi,” katanya.

Ia juga menginstruksikan agar pembangunan yang dibiayai Dana Desa ke depan, khususnya pada tahun 2026, dapat memanfaatkan produk paving block hasil olahan FABA untuk pembangunan jalan desa.

“Saya berharap pengadaan paving block desa pada tahun 2026 wajib mengambil dari hasil produksi ini,” ujarnya.

Menurut Yandri, kebijakan tersebut akan menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan dari hulu ke hilir sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat desa.

“Saya memiliki pondok pesantren cukup besar di Serang. Insyaallah, saya bisa memesan beberapa ribu meter paving block. Produksi pertama nanti, berapa pun jumlahnya akan saya bayar secara tunai,” pungkasnya.

Baca Juga: 10 Warga Desa Sukasari Terima BLT Dari Dana Desa

Direktur Utama PT PLN Indonesia Power Bernandus Sudarmanta menjelaskan bahwa workshop ini menjadi proyek percontohan pemanfaatan FABA sebagai solusi konstruksi yang efisien dan ramah lingkungan.

“Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas paving block, membuka peluang ekonomi bagi UMKM, serta membantu perbaikan infrastruktur desa seperti jalan dan trotoar dengan mutu terjamin dan dampak sosial ekonomi yang positif,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani menegaskan bahwa kemandirian desa merupakan fondasi penting dalam menciptakan desa siaga yang memiliki daya tahan terhadap berbagai ancaman sosial.

“Kemandirian desa akan mendorong terwujudnya desa siaga yang memiliki daya tahan kuat, termasuk terhadap potensi masuknya paham radikal,” ujarnya.

Ia berharap program kolaboratif ini dapat berkelanjutan sehingga memberikan manfaat nyata dan nilai tambah bagi masyarakat desa di Kabupaten Pandeglang.

Editor Siti Anisatusshalihah
TERKAIT
- Advertisment -