Cilegon, Bantentv.com – Tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melalui Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten melakukan operasi evakuasi medis (medevac) terhadap seorang kapten kapal tanker yang mengalami sakit serius di perairan sekitar Pulau Tempurung, Kota Cilegon. Operasi tersebut dilakukan pada Sabtu 7 Maret 2026.
Korban diketahui bernama Shushkin (41), warga negara Rusia yang menjabat sebagai kapten kapal tanker ELISABETH dengan call sign PBQW.
Kasubsie Siaga dan Operasi Basarnas Banten Rizky Dwianto mengatakan laporan kejadian pertama kali diterima melalui email dari pihak kapal.
“Informasi kami terima pada pukul 15.18 WIB dari pihak kapal yang melaporkan bahwa kapten kapal mengalami sakit serius dan membutuhkan penanganan medis segera,” ujar Rizky.
Baca Juga: Tim SAR Evakuasi ABK KMP Mutiara Ferindo II yang Terbakar di Perairan Banten
Dalam laporan tersebut disebutkan, korban mulai mengalami gangguan kesehatan sekitar pukul 15.10 WIB. Hal itu terjadi saat kapal berada di perairan sekitar Pulau Tempurung.
Lokasi kejadian berada di koordinat 05°52.800’S 105°56.700’E, sekitar 14,65 nautical mile dari posisi kapal penyelamat KN SAR Tetuka.
“Korban membutuhkan evakuasi medis sehingga kami segera menyiapkan operasi SAR untuk menjemput korban di titik pertemuan yang disepakati,” jelas Rizky.
Setelah menerima laporan, operator Kantor SAR Banten langsung melakukan koordinasi dengan pihak kapal. Tujuannya adalah menentukan titik intercept atau lokasi pertemuan guna proses evakuasi.
Kesepakatan lokasi evakuasi kemudian ditentukan di perairan sekitar Pulau Tempurung.
KN SAR Tetuka kemudian diberangkatkan menuju lokasi dengan estimasi waktu tiba sekitar pukul 21.38 WIB.
“Kami mengerahkan KN SAR Tetuka menuju titik intercept untuk melakukan evakuasi medis terhadap korban,” tambahnya.
Libatkan Sejumlah Unsur
Operasi SAR ini melibatkan sejumlah unsur, di antaranya personel Kantor SAR Banten, kru KN SAR Tetuka, personel Korps Kepolisian Perairan dan Udara Mabes Polri. Selain itu juga melibatkan personel dari Polda Banten.
Selanjutnya, petugas Balai Karantina Kesehatan Kelas I Banten, petugas Kantor Imigrasi Cilegon, unsur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai melalui kapal KN Golok 206, serta agen kapal terkait turut dilibatkan.
Baca Juga: Kapal Nelayan KM Marina 7 Terbakar di Perairan Cilegon, Satu Awak Meninggal
Hingga laporan ini disampaikan, proses evakuasi terhadap kapten kapal masih berlangsung.
Sementara itu, kondisi cuaca di sekitar lokasi kejadian dilaporkan berawan, namun masih memungkinkan untuk pelaksanaan operasi SAR.