Serang, Bantentv.com – Kampung Yuda yang berada di Desa Mander, Kecamatan Bandung, Kabupaten Serang, terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan melestarikan seni budaya rampak bedug khas Banten.
Keberlanjutan kesenian tradisional ini menjadi identitas kuat masyarakat setempat, sekaligus alasan Kampung Yuda ditetapkan sebagai Kampung Seni oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Serang sejak tahun 2010.
Baca Juga: Gebrak Bedug Pandeglang Masuk Agenda KEN 2025
Penetapan tersebut menjadi pengakuan atas konsistensi warga dalam mempertahankan seni rampak sebagai bagian dari kehidupan sosial dan budaya.
Pelatih seni budaya rampak bedug, Mamak, menjelaskan bahwa kesenian ini telah tumbuh dan berkembang sejak lama di Kampung Yuda.
Seni rampak bedug di wilayah tersebut memiliki ciri khas tersendiri, baik dari segi komposisi musik maupun gerakan tari yang dipadukan dengan unsur silat khas Banten.
“Pertunjukan kurang lebih 5 menit dengan menggabungkan iringan alat music perkusi dan gamelan bonang,” ujar Mamak.

Pertunjukan rampak ini ditampilkan menggunakan sepuluh buah bedug yang disusun dengan rangka baja, kemudian dimainkan secara serempak dengan gerakan tari yang dinamis.
Menurut Mamak, seni rampak bedug dimainkan oleh puluhan remaja yang terdiri dari sepuluh remaja laki-laki dan sepuluh remaja perempuan.
Kolaborasi tabuhan bedug dan tarian dilakukan secara kompak, sehingga menghasilkan pertunjukan yang energik dan menarik.
Gerakan penari laki-laki dan perempuan ditampilkan secara bergantian, menciptakan suasana semarak yang menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton.
Ia berharap keberadaan seni rampak bedug dapat terus terjaga lintas generasi. “Harapan saya semoga kesenian ini akan terus ada, ada generasi penerusnya ,” ungkapnya.
Sementara itu, Nurjanah, salah satu penari seni rampak bedug, mengaku telah menekuni tarian tersebut sejak duduk di bangku sekolah dasar.
Selama kurang lebih 14 tahun, ia rutin berlatih dan terlibat dalam berbagai pertunjukan rampak bedug bersama kelompok seni Kampung Yuda.
Latihan dilaksanakan secara rutin di Gedung Serba Guna Kampung Yuda, sekaligus menjadi hiburan bagi warga sekitar.
“Kami latihan rutin di Selasa dan Sabtu. Kalau saya sendiri merasa senang dan selalu antusias, karena ini hobi saya,” tutur Nurjanah.
Melalui keterlibatan generasi muda dan dukungan masyarakat, seni budaya rampak bedug di Kampung Yuda diharapkan tetap lestari dan semakin dikenal luas.