Lebak, Bantentv.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak melakukan peninjauan langsung terhadap jembatan penghubung antarkampung yang ambruk di Desa Sangiang Tanjung, Kecamatan Kalanganyar.
Jembatan tersebut diketahui ambruk pada Sabtu, 23 November 2025. Berdasarkan asesmen awal, perbaikan akan segera diusulkan agar akses warga kembali normal.
Jembatan Cikaduen yang menghubungkan dua rukun warga (RW) di Desa Sangiang Tanjung tampak rusak parah. Kerusakan ini terjadi setelah ambruk akibat curah hujan tinggi dan luapan anak Sungai Cilandak.
Selain faktor cuaca, material jembatan diketahui telah mengalami pelapukan sejak 2023 sehingga tidak mampu menahan tekanan air.
Baca Juga: Jembatan Utama di Sangiangtanjung Ambruk, Mobilitas Warga Jadi Terganggu
Dampak ambruknya jembatan ini sangat dirasakan warga. Mobilitas dua RW kini terganggu dan masyarakat harus menggunakan jalur alternatif memutar sejauh sekitar 5 kilometer untuk beraktivitas.
Kepala Pelaksana BPBD Lebak, Febby Rizki Pratama, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan asesmen. Mereka akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.
“Kami juga akan melaporkan kebutuhan anggaran kepada Bupati Lebak agar proses perbaikan dapat segera dilakukan,” ujarnya.
Sementara itu, Kasi Pemerintahan Desa Sangiang Tanjung, Sopandi, menjelaskan bahwa derasnya curah hujan membawa tumpukan sampah daun bambu. Hal ini menyebabkan debit air meningkat hingga membuat pondasi jembatan longsor.
Febby menambahkan bahwa perbaikan jembatan direncanakan dilakukan tahun ini. Namun apabila belum memungkinkan, pembangunan kembali akan dialihkan ke tahun 2026.