Serang, Bantentv.com – Harga cabai, khususnya cabai merah keriting, di Kabupaten Serang mengalami kenaikan signifikan hingga menembus Rp100 ribu per kilogram.
Lonjakan harga cabai tersebut diduga dipicu oleh cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir dan berdampak pada hasil panen petani.
Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoumperindag) Kabupaten Serang, Adang Rahmat, menyampaikan bahwa kenaikan harga cabai menjadi salah satu komoditas yang perlu diantisipasi akibat cuaca buruk.
Baca Juga: Harga Cabai Setan di Pasar Rau Tembus Rp120 Ribu Saat Ramadan
Menurutnya, kondisi cuaca yang tidak menentu menyebabkan produksi menurun sehingga pasokan di sejumlah pasar berkurang. Situasi ini berpengaruh langsung terhadap harga cabai yang terus merangkak naik.
Ia menjelaskan, menjelang bulan puasa dan Lebaran, permintaan masyarakat cenderung meningkat. Di sisi lain, pasokan yang terbatas membuat harga cabai semakin melonjak.
“Ia harga cabai rawit merah kriting naik ini diakibatkan faktor cuaca yang buruk sehingga panen yang kurang maksimal dan permintaan banyak selama puasa,” ungkapnya pada Selasa 24 Februari 2026.

Adang menambahkan, selain harga cabai, komoditas pangan lainnya relatif stabil. Pasokan bahan pokok dinilai masih aman dan tidak mengalami kenaikan yang signifikan.
“Kalau harga komoditas pangan yang lainnya masih stabil tidak ada kenaikan,” ucapnya.
Sebagai langkah antisipasi terhadap kenaikan harga cabai dan menjaga daya beli masyarakat, pihaknya berencana menggelar operasi pasar murah di sejumlah titik di Kabupaten Serang dalam waktu dekat.
Upaya ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Ia pun berharap harga cabai dapat kembali normal sehingga kebutuhan masyarakat, khususnya menjelang hari besar keagamaan, tetap terpenuhi tanpa memberatkan.
“Saya berharap harga cabai rawit merah keriting bisa kembali normal agar kebutuhan bahan pokok dapat terpenuhi,” pungkasnya.