Pandeglang, Bantentv.com – Kenaikan harga pada bulan Ramadan tak hanya terjadi pada bahan pokok. Di Kabupaten Pandeglang, harga sejumlah buah-buahan juga terpantau merangkak naik. Kondisi ini berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat hingga membuat omzet pedagang anjlok sekitar 30 persen.
Berdasarkan pantauan Bantentv.com di sejumlah lapak pedagang buah, Rabu, 4 Maret 2026, suasana penjualan tampak lebih sepi dibandingkan Ramadan tahun-tahun sebelumnya. Padahal, biasanya permintaan buah meningkat untuk kebutuhan berbuka puasa.
Salah seorang pedagang buah, Mudi, mengaku Ramadan tahun ini terasa berbeda. Jika sebelumnya terjadi lonjakan pembelian untuk takjil, kini penjualan justru menurun.
“Turunnya kurang lebih 30 persen. Padahal biasanya bulan puasa banyak yang cari buat buka puasa,” ujar Mudi.
Baca Juga: Pedagang Sayur & Bumbu Dapur Keluhkan Penurunan Omzet Imbas Dari Program MBG
Menurutnya, selain daya beli masyarakat yang melemah, faktor kelangkaan stok turut memicu kenaikan harga. Beberapa komoditas favorit bahkan sulit diperoleh dalam jumlah besar.
“Biasanya satu kilogram jeruk bisa isi 10 buah, sekarang paling delapan. Jeruk kecil juga lagi langka,” katanya.
Akibat pasokan yang menipis, pedagang terpaksa menaikkan harga jual. Harga jeruk yang sebelumnya Rp25 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp30 ribu per kilogram.
“Stok berkurang, jadi kami jual dengan harga lebih tinggi,” jelasnya.
Tak hanya jeruk, komoditas lain seperti kurma, anggur, dan lengkeng juga mengalami kenaikan harga dengan pasokan yang terbatas. Sementara itu, untuk nanas dan buah naga, kenaikan harga relatif stabil di kisaran Rp2 ribu hingga Rp3 ribu dibandingkan tahun lalu.
Meski harga naik, jeruk, nanas, dan buah naga masih menjadi buah yang paling banyak dicari warga untuk hidangan berbuka puasa. Namun, pedagang mengaku khawatir jika kondisi ini terus berlanjut hingga Idulfitri.
Para pedagang berharap distribusi buah kembali lancar agar harga dapat kembali stabil dan daya beli masyarakat meningkat.
“Harapannya barang selalu tersedia, supaya pembeli tidak kecewa dan harga bisa stabil lagi,” tutup Mudi.
Editor : Erina Faiha