Serang, Bantentv.com – Sehari setelah Hari Raya Idulfitri atau H+1 Lebaran, masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Serang masih melaksanakan tradisi ziarah ke makam keluarga dan leluhur, Minggu, 22 Maret 2026.
Aktivitas ziarah ini terlihat ramai sejak pagi hari, ketika warga mulai berdatangan ke tempat pemakaman umum.
Tradisi ziarah usai Idulfitri telah menjadi kebiasaan yang terus dilestarikan. Dalam pelaksanaan ziarah, masyarakat tidak hanya berdoa, tetapi juga membersihkan area makam serta menaburkan bunga sebagai bentuk penghormatan kepada keluarga yang telah meninggal dunia.
Selain bernilai religius, kegiatan ziarah juga menjadi sarana untuk mengenang jasa para leluhur. Momen ziarah ini dimanfaatkan keluarga untuk kembali mengingat perjalanan hidup orang-orang terdahulu sekaligus mempererat hubungan antaranggota keluarga.

Ketua RW sekaligus tokoh masyarakat setempat, Toni, menyampaikan bahwa tradisi ziarah setelah Idulfitri sudah berlangsung secara turun-temurun di lingkungannya.
Menurutnya, ziarah tidak hanya berfokus pada doa, tetapi juga menjadi ajang memperkuat silaturahmi.
“Ziarah ini sudah menjadi tradisi setiap tahun. Selain mendoakan keluarga yang sudah meninggal, ini juga jadi ajang kumpul dan mempererat silaturahmi,” ujar Toni.
Baca Juga: Tradisi Ziarah Ramadan, Wisata Religi Kesultanan Banten Diserbu Pengunjung
Ia menambahkan, tradisi ziarah pada H+1 Lebaran ini juga menarik kehadiran warga dari luar daerah. Banyak keluarga yang sengaja pulang kampung untuk melaksanakan ziarah bersama, sehingga suasana pemakaman menjadi lebih ramai dibanding hari biasa.
Dengan berbagai nilai yang terkandung di dalamnya, tradisi ziarah tetap menjadi bagian penting dalam rangkaian perayaan Idulfitri.
elain memperkuat nilai keagamaan, ziarah juga mempererat hubungan kekeluargaan yang terus dijaga dari generasi ke generasi.