BerandaBeritaEmping Melinjo Khas Lebak Tembus Pasar Mancanegara, Jadi Penopang Ekonomi Warga

Emping Melinjo Khas Lebak Tembus Pasar Mancanegara, Jadi Penopang Ekonomi Warga

Saluran WhatsApp

Lebak, Bantentv.com – Di balik aroma sangrai biji melinjo dan bunyi palu yang menghantam lesung, roda perekonomian warga Desa Sindangsari, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, terus berputar. Produk olahan emping melinjo khas Lebak yang telah bertahan puluhan tahun ini tak hanya memenuhi pasar lokal, tetapi juga telah menembus pasar mancanegara.

Hampir setiap hari, para ibu rumah tangga di desa tersebut disibukkan dengan proses produksi emping melinjo.

Aktivitas ini telah menjadi bagian dari kehidupan warga sekaligus sumber penghasilan utama bagi banyak keluarga.

Proses pembuatan emping masih dilakukan secara tradisional. Biji melinjo disangrai di atas tungku menggunakan pasir hingga matang, kemudian dikupas kulit luarnya.

Baca Juga: Lebih dari 10 Tahun Bertahan, Sarudin Jadi Satu-satunya Perajin Emping di Desa Dahu

Melinjo yang masih hangat lalu ditumbuk menggunakan palu hingga pipih sebelum dijemur dan dikemas.

Salah satu perajin, Nurhayati, mengaku telah menekuni pekerjaan ini selama kurang lebih delapan tahun.

Dari aktivitas tersebut, ia memperoleh penghasilan rata-rata sekitar Rp35.000 per hari, yang menurutnya cukup membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

“Alhamdulillah, dari penghasilan sekitar Rp35.000 per hari, bisa membantu kebutuhan sehari-hari,” ujar Nurhayati saat ditemui di lokasi pembuatan emping melinjo, Senin 2 Februari 2026.

Sementara itu, usaha pengolahan emping melinjo yang dikelola Nurlaela telah berjalan selama sekitar 25 tahun. Saat ini, usaha tersebut menyerap 14 orang tenaga kerja, seluruhnya merupakan warga sekitar desa.

Tak hanya itu, tercatat sekitar 20 rumah tangga perajin emping di Desa Sindangsari yang masih aktif berproduksi.

Dalam kondisi normal, produksi emping melinjo dapat menghabiskan bahan baku hingga satu kuintal biji melinjo per hari, dengan hasil sekitar 45–50 kilogram emping.

Baca Juga: 6,48 Ton Emping Melinjo Asal Banten Diekspor ke Arab Saudi

Namun belakangan, produksi mengalami penurunan drastis. Saat ini, hanya mencapai sekitar 17 kilogram per hari, seiring terbatasnya ketersediaan bahan baku melinjo.

“Untuk harga emping melinjo sekarang di kisaran Rp60.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp45.000–Rp50.000. Kenaikan ini dipicu harga bahan baku melinjo yang mencapai Rp17.000–Rp18.000 per kilogram,” jelas Nurlaela.

Meski dihadapkan pada tantangan kelangkaan bahan baku, keberadaan industri rumahan emping melinjo tetap memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Usaha ini tidak hanya menjaga tradisi kuliner lokal, tetapi juga menjadi penopang ekonomi dan membuka lapangan kerja bagi warga Desa Sindangsari.

Editor AF Setiawan
TERKAIT
- Advertisment -