Lebak, Bantentv.com – Suasana berbeda terasa di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, selama bulan Ramadan. Di balik tembok tinggi dan pintu jeruji besi, suara warga binaan yang melantunkan ayat suci Al-Qur’an menggema setiap hari.
Puluhan warga binaan tampak khusyuk mengikuti program One Day One Juz di Masjid Jami At-Taubah yang berada di dalam lingkungan lapas.
Setiap peserta ditargetkan membaca satu juz per hari, sehingga selama Ramadan diharapkan mampu mengkhatamkan 30 juz Al-Qur’an.
Program ini menjadi bagian dari pembinaan spiritual yang difokuskan pada pembentukan karakter serta peningkatan keimanan.
Baca Juga: Isak Tangis Haru Warnai Peringatan Hari Ibu di Lapas Rangkasbitung
Tak hanya itu, sebanyak 12 warga binaan yang tergabung dalam tim khusus memiliki target lebih besar. Masing-masing ditargetkan membaca lima juz per hari.
Dengan skema tersebut, dalam sehari kelompok ini mampu menyelesaikan dua kali khatam Al-Qur’an secara berjamaah yang dilaksanakan pada malam hari.
Salah seorang warga binaan, Arief Munawar, mengatakan timnya dibentuk dengan target yang jelas dan terukur.
“Dalam sehari kami bisa dua kali khatam Al-Qur’an secara bersama-sama. Ini menjadi penyemangat bagi kami selama Ramadan,” ujarnya.
Bagi warga binaan yang masih berada pada tahap dasar, pihak lapas mewajibkan mengikuti pengajian iqra.
Program ini bertujuan memberantas buta huruf hijaiyah agar seluruh peserta mampu membaca Al-Qur’an dengan baik sebelum mengakhiri masa pidana.
Harapan Baru di Bulan Suci
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas III Rangkasbitung, Muarif Khaki, mengatakan selama Ramadan pihaknya menyelenggarakan berbagai program pembinaan keagamaan.
“Selain tadarus dan One Day One Juz, kami juga mengadakan tahfiz Al-Qur’an, pembelajaran fikih, serta pemutaran video tentang sejarah dan kebudayaan Islam,” katanya.
Baca Juga: Warga Binaan Rutan Kelas II B Serang Berlomba-lomba Dapatkan Malam Lailatul Qadar
Ia menegaskan, pembinaan keagamaan menjadi salah satu upaya membangun kesadaran spiritual warga binaan agar siap kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik.
Program Ramadan di Lapas Kelas III Rangkasbitung menjadi bukti bahwa di balik tembok tinggi dan pintu besi, harapan untuk berubah selalu terbuka.
Setiap warga binaan memiliki kesempatan kedua untuk menata masa depan yang lebih baik.