https://www.fapjunk.com https://pornohit.net london escort london escorts buy instagram followers buy tiktok followers
27.3 C
Serang
Rabu, Februari 21, 2024
BerandaBeritaCegah Stunting dan Obesitas, Pemprov Banten Kampanyekan Pemenuhan Gizi

Cegah Stunting dan Obesitas, Pemprov Banten Kampanyekan Pemenuhan Gizi

SERANG – Guna mencegah Stunting dan Obesitas terhadap masyarakat. Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten mencanangkan sejumlah program penganekaragaman konsumsi pangan yang beragam, bergizi serta seimbang kepada masyarakat.

“Permasalahan gizi sangat erat kaitannya dengan pangan yang dikonsumsi, program penganekaragaman konsumsi pangan yang di dalamnya bagaimana mengkonsumsi pangan yang beragam bergizi seimbang dan aman diedukasikan, dipromosikan kepada semua unsur lapisan masyarakat mulai dari anak sekolah, ibu-ibu PKK, masyarakat umumnya dan komunitas-komunitas lain,” ujar Aan Muawanah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten dalam Peringatan hari Gizi Nasional ke-62 bersama DPD Perstuan Ahli Gizi (Persagi) Provinsi Banten di Pasar Tani Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B).

Dikatakan, terdapat beberapa program yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk memenuhi asupan gizi bagi keluarganya maupun masyarakat sekitar. Diantaranya melalui program pemanfaatan lahan pekarangan, yakni pekarangan pangan lestari (P2L) sehingga bagaimana dapat memanfaatkan lahan pekarangan.

“Selain itu juga mempersiapkan santri-santri di pondok pesantren untuk memahami dan terampil dalam budidaya tanaman terutama sayuran,” katanya.

Aan mengungkapkan, perlunya dilakukan intervensi secara langsung kepada daerah-daerah yang terdapat penderita stunting, sehingga dapat dilakukan pencegahan kepada generasi berikutnya.

“Penekanan angka stunting melalui intervensi bantuan pangan bergizi, beras berfortifikasi dan program pemanfaatan lahan pekarangan dalam bentuk bantuan bibit tanaman sayuran beserta sarananya,” imbuhnya.

Sementara, Ketua DPD Persagi Provinsi Banten Tiara Lutfi menerangkan, terjadinya stunting lantaran terdapat beberapa faktor, baik secara langsung maupun tidak langsung. Permasalahan gizi pada balita baik itu stunting maupun kekurangan gizi yang menjadi penyebab langsung diantaranya kurangnya asupan makanan yang bergizi dan penyakit infeksi.

“Penyebab tidak langsung, karena pola asuh, kemudian faktor yang mendasar ada faktor ekonomi, ketidaktahuan keluarga menyediakan pangan yang beragam bergizi berimbang, kemudian juga akses ke pelayanan kesehatan yang rendah itu juga menjadi salah satu faktor, ketersediaan pangan, kebersihan itu menjadi faktor tidak langsung terjadinya stunting dan obesitas,” tuturnya.

Untuk menekan angka stunting dan obesitas, pihaknya mengajak semua sektor baik pemerintah dan non-pemerintah serta semua lini untuk bekerjasama bagaimana dapat mencegah stunting dengan membuat masyarakat di Provinsi Banten menjadi keluarga yang sadar gizi.

“Sadar gizi adalah dimana adalah dimana seorang ibu yang menjadi peran penting bisa mengenal dan mencegah permasalahan gizi di anggota keluarganya. Kami yakin dengan terbentuknya keluarga yang sadar gizi dengan upaya perbaikannya gizi keluar permasalahan gizi di Provinsi Banten khususnya bisa terselesaikan. Dan ini tidak bisa salah satu institusi saja yang bekerja tapi ini harus semua bekerjasama dalam mewujudkan keluarga sadar gizi sehingga permasalahan gizi baik obesitas dan stunting dicegah dan tertanggulangi,” ungkapnya. (red)

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Festival ramadan 2024

Terbaru

Komentar Pengunjung