https://www.fapjunk.com https://pornohit.net london escort london escorts buy instagram followers buy tiktok followers
26.3 C
Serang
Rabu, Februari 21, 2024
BerandaBeritaBidan Ujung Tombak Tangani Stunting dan Gizi Buruk di Banten

Bidan Ujung Tombak Tangani Stunting dan Gizi Buruk di Banten

Serang, Bantentv.com – Peran bidan sangat besar dalam penanganan stunting dan gizi buruk di Banten. Karena para bidan dalam kesehariannya selalu bergaul dengan para ibu hamil dengan memulai dari dasar kehidupan. Para bidan bisa mengedukasi pada ibu hamil mengkonsumsi suplemen untuk mencegah stunting dan gizi buruk.

“Melalui peran bidan, Pemerintah hadir dalam meningkatkan kesehatan masyarakat,” ungkap Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) IV Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Banten di Sekretariat Pengurus Daerah IBI Provinsi Banten Jl. Syekh Nawawi Al Bantani, Banjarsari, Kota Serang, Jum’at 15 Juli 2022.

Dalam sambutannya Al Muktabar mengatakan profesi bidan merupakan tugas kemanusiaan. Profesi bidan ini adalah profesi yang memiliki ruang kerja tidak kenal waktu dan hari. Yang menuntut tugas-tugas profesi dan kemanusiaan.

Al Muktabar juga berharap para bidan untuk bersama terus menggiatkan profesinya. Karena pada masa depan, bidan dihadapkan pada satu tantangan besar dan luar biasa. Sehingga, bidan dituntut meningkatkan kompetensi teknis yang terus menerus.

“Dunia digital memberikan langkah-langkah mudah untuk transformasi pengetahuan terhadap peningkatan kompetensi para bidan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu Al Muktabar mengatakan, pihaknya juga akan melakukan langkah-langkah spesifik dalam menurunkan angka stunting dan gizi buruk. Menurut Al Muktabar, penyaluran daging hewan kurban merupakan salah satu contoh penanganan stunting dan gizi buruk secara spesifik. Dirinya juga memotong hewan kurban yang dagingnya disalurkan untuk keluarga dengan anak stunting dan gizi buruk.

Selain itu, dalam kesempatan  tersebut, Al Muktabar berharap para bidan terus meningkatkan kompetensi, dan penguasaan bahasa asing sehingga mampu bersaing di tingkat internasional. “Saya bertemu bidan Indonesia di berbagai negara dianggap berkualitas dan memiliki attitude bagus. Tinggal meningkatkan penguasaan bahasanya,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum IBI Pusat Emi Nurjasmi mengungkapkan bidan menjadi ujung tombak dalam pelayanan kesehatan. Termasuk dalam pencegahan dan penanganan stunting.

“Kami selalu siap berkontribusi untuk peningkatan kesehatan ibu dan anak serta pencegahan dan penanganan stunting,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua PD IBI Provinsi Banten Yani Purwasih, mengatakan Rakerda merupakan forum pembinaan dan konsolidasi pengurus IBI cabang, ranting, dan anggota. Di Provinsi Banten, saat ini sudah 9587 bidan ber-KTA online.

“Kami siap turut dalam penanganan stunting dan gizi buruk,” ujarnya.

Sebagai informasi, Rakerda IV IBI Provinsi Banten bertemakan, “Konsolidasi IBI dalam Menghadapi Pembangunan Kesehatan Ibu dan Anak, Keluarga Berencana, Kesehatan Reproduksi di Masa Pandemi Covid-19″ dirangkaikan dengan HUT Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke-71 Tahun 2022. Rakerda ini diselenggarakan secara hybrid atau luring dan daring. Diikuti oleh 309 orang mulai dari pengurus IBI, organisasi profesi, akademisi, organisasi masyarakat, serta tamu undangan lainnya. (red)

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Festival ramadan 2024

Terbaru

Komentar Pengunjung