Minggu, Mei 19, 2024
BerandaBeritaBanten Diimbau Waspadai Peredaran Daging Celeng Oplosan dari Sumatera

Banten Diimbau Waspadai Peredaran Daging Celeng Oplosan dari Sumatera

Serang, Bantentv.com – Jelang ramadan dan lebaran, Lembaga Pengkajian Pangan Obat-Obatan dan Kosmetika (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau agar LPPOM-MUI Provinsi Banten mewaspadai potensi beredarnya daging celeng oplosan.

Apalagi, Banten merupakan pintu masuk Pulau Jawa dari Pulau Sumatera. Karena itu, peran LPPOM-MUI Provinsi Banten sangat strategis dalam mencegah masuknya daging celeng ke Pulau Jawa.

Imbauan itu disampaikan Direktur Utama LPPOM MUI Pusat Muti Arintawati saat menghadiri Pengukuhan dan Pelantikan Pengurus Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika LPPOM-MUI Provinsi Banten masa khidmat 2022-2027 di Aula MUI Provinsi Banten,di KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Selasa 22 Maret 2022.

Dikatakan Muti, menjelang bulan ramadan yang harus diwaspadai biasanya adalah oplosan daging celeng yang dicampur dengan daging lain. Adanya pelaku curang ini terjadi karena ada suplai daging celeng yang berasal dari Sumatera ke Pulau Jawa. Karena bisnis daging celeng merupakan bisnis dengan keuntungan yang besar.

“Pada praktiknya, pelaku biasanya masuk melalui jalur tidak resmi seperti ke pasar tradisional atau bahkan langsung menawarkannya langsung ke pedagang,” ujarnya.

Sementara Direktur LPPOM-MUI Provinsi Banten Rodani mengatakan, peredaran daging celeng di masyarakat memang cukup riskan. Apalagi bila permintaan akan daging meningkat, seperti pada saat bulan Ramadan.

“Maka dari itu guna mencegah masuknya daging celeng dari Sumatera ke Pulau Jawa melalui Banten. Kami bekerjasama dengan Dinas Peternakan Provinsi Banten,” katanya.

Dalam kesempatan ini Rodani menambahkan, tantangan yang akan dihadapi LPPOM-MUI Provinsi Banten ke depan akan sangat berat. Tantangan itu tidak hanya pada tugas dalam memutuskan kehalalan makanan, minuman, dan kosmetik. Namun yang lebih berat dari itu adalah memberikan pendidikan kepada masyarakat tentang produk yang halal. (red)

TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

DIBAGIKAN

KOMENTAR