BerandaBeritaAS-Iran Makin Dekat Capai Kesepakatan, Akankah Selat Hormuz Dibuka?

AS-Iran Makin Dekat Capai Kesepakatan, Akankah Selat Hormuz Dibuka?

Saluran WhatsApp

Bantentv.com – Konflik yang berkepanjangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran mulai mengalami titik terang. Pasalnya, AS-Iran dilaporkan makin dekat untuk mencapai kesepakatan besar yang berpotensi meredakan ketegangan perang di Timur Tengah.

Hal itu terungkap dalam laporan yang pertama kali dibuka Axios dengan mengutip seorang pejabat AS yang mengetahui jalannya negosiasi.

Dalam rancangan kesepakatan tersebut, salah satu poin utamanya berisi perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari, pembukaan kembali Selat Hormuz, hingga pelonggaran sanksi yang memungkinkan Iran kembali menjual minyaknya secara bebas ke pasar global.

Jika tercapai, kesepakatan tersebut akan menjadi perkembangan diplomatik paling signifikan sejak konflik antara AS, Israel, dan Iran meletus pada Februari lalu.

Dalam rancangan kesepakatan tersebut, juga diketahui bahwa Selat Hormuz yang selama berbulan-bulan menjadi pusat ketegangan global disebut akan kembali dibuka penuh untuk lalu lintas kapal internasional tanpa pungutan biaya tambahan.

Selama periode 60 hari itu, Iran juga disebut-sebut akan membersihkan ranjau yang sebelumnya dipasang di perairan Selat Hormuz agar kapal-kapal dapat kembali melintas dengan bebas dan aman.

“Selama periode 60 hari, Selat Hormuz akan dibuka tanpa pungutan biaya dan Iran akan setuju membersihkan ranjau yang mereka pasang di selat tersebut agar kapal dapat melintas secara bebas,” demikian isi laporan Axios, dilansir Minggu, 24 Mei 2026.

Unggahan Donald Trump (Foto: X/ realdonaldtrump)
Unggahan Donald Trump (Foto: X/ realdonaldtrump)

Sementara itu, sebagai imbalannya, pemerintah AS disebut akan menghentikan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran serta memberikan sejumlah pengecualian sanksi agar Teheran dapat kembali menjual minyak secara bebas ke pasar internasional.

Selain itu, dalam pernyataan lainnya, Presiden Donald Trump mengatakan bahwa kesepakatan dengan Iran sebagian besar sudah dinegosiasikan, termasuk berkaitan dengan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Meski begitu, dalam pernyataan yang ditulis padaĀ Minggu 24 Mei waktu Indonesia, Trump mengatakan kesepakatan itu masih menunggu finalisasi.

“Sebuah kesepakatan sebagian besar telah dinegosiasikan, menunggu finalisasi antara Amerika Serikat, Republik Islam Iran, dan berbagai negara lain,” tulis Trump di platform Truth Social miliknya, seperti diberitakan AFP.

“Selain banyak elemen lain dari kesepakatan tersebut, Selat Hormuz akan dibuka.”

Kesepakatan ini dinilai sangat penting bagi Iran yang ekonominya terpukul berat akibat perang dan pembatasan ekspor energi selama beberapa bulan terakhir. Meski di sisi lain, Washington juga menghadapi hal serupa yakni tekanan domestik akibat lonjakan harga energi global yang dipicu penutupan Selat Hormuz itu.

Tak hanya menyangkut energi dan jalur pelayaran, dalam draf kesepakatan itu juga mencakup isu program nuklir Iran yang selama ini menjadi sumber utama konflik dengan Barat.

Baca Juga: Arab Saudi dan Kuwait Buka Lagi Akses Militer AS di Tengah Krisis Selat Hormuz

Berdasarkan laporan tersebut, Iran akan berkomitmen untuk tidak pernah mengejar kepemilikan senjata nuklir. Selain itu, Teheran juga disebut bersedia membuka negosiasi mengenai penghentian program pengayaan uranium serta penghapusan stok uranium dengan tingkat pengayaan tinggi yang dimilikinya.

“Draf kesepakatan juga mencakup komitmen dari Iran untuk tidak pernah mengejar senjata nuklir dan untuk bernegosiasi mengenai penghentian program pengayaan uranium serta penghapusan stok uranium yang diperkaya tingkat tinggi,” tulis Axios dilansir dari CNBC.

Sementara dua sumber lain yang mengetahui proses negosiasi itu mengatakan, bahwa Iran bahkan telah memberikan komitmen verbal kepada AS melalui mediator mengenai cakupan konsesi yang bersedia diberikan Teheran dalam isu pengayaan uranium dan material nuklirnya.

“Iran memberikan komitmen verbal kepada AS melalui mediator mengenai cakupan konsesi yang bersedia mereka lakukan terkait penghentian pengayaan uranium dan penyerahan material nuklir,” kata dua sumber tersebut kepada Axios.

Pada laporan itu juga disebut, bahwa AS juga bersedia membuka pembicaraan lebih lanjut terkait pencabutan sanksi ekonomi dan pembebasan dana Iran yang selama ini dibekukan di luar negeri.

“AS juga akan setuju untuk bernegosiasi mengenai pencabutan sanksi dan pencairan dana Iran selama periode 60 hari,” isi laporan itu.

Hingga kini, Gedung Putih belum memberikan komentar resmi terkait laporan tersebut. Adapun Reuters melaporkan pihak Gedung Putih tidak segera menanggapi permintaan komentar mengenai isi kesepakatan yang sedang dinegosiasikan itu.

Baca Juga: Negosiasi Gagal, Trump Perintahkan Angkatan Laut Blokade Selat Hormuz

Namun, jika benar tercapai, kesepakatan itu akan berpotensi mengubah arah konflik Timur Tengah yang selama berbulan-bulan mengguncang pasar energi global dan memicu kekhawatiran pecahnya perang regional yang lebih luas.

Perlu diketahui bahwa Selat Hormuz sendiri merupakan jalur pelayaran vital dunia yang sebelumnya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas global. Namun, jalur itu ditutup oleh Iran sejak terjadinya perang dan telah memicu gejolak harga energi internasional dan tekanan ekonomi di berbagai negara.

Berdasarkan pernyataan Trump, terdapat sejumlah negara Timur Tengah ikut bergabung dalam panggilan telepon pada hari Sabtu untuk membahas kesepakatan tersebut, yakni Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Mesir, Yordania, dan Bahrain.

Trump menambahkan, dirinya telah melakukan panggilan telepon secara terpisah dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan mengatakan bahwa panggilan itu juga disebut berjalan dengan sangat baik.

“Aspek dan detail akhir dari kesepakatan tersebut saat ini sedang dibahas, dan akan segera diumumkan,” kata Trump.

Editor Siti Anisatusshalihah
TERKAIT
- Advertisment -