Bantentv.com – Mulai Januari hingga Juni 2026, layanan Internet Rakyat (IRA) dijadwalkan memasuki tahap aktivasi secara bertahap.
Informasi ini disampaikan langsung melalui laman resmi Internet Rakyat. Pada fase ini, pelanggan yang telah melakukan pendaftaran akan mulai menerima perangkat Customer Premises Equipment (CPE) atau modem sebagai bagian dari proses instalasi awal.
Pengiriman perangkat tersebut menjadi penanda bahwa layanan siap digunakan setelah proses aktivasi selesai.
Jadwal yang diterapkan bersifat bertahap menyesuaikan kesiapan infrastruktur dan wilayah prioritas yang telah dipetakan sebelumnya.
Baca Juga: Komdigi Wacanakan Scan Wajah dan Sidik Jari Sebagai Syarat Aktivasi Akun Media Sosial
Layanan ini dirancang sebagai WiFi berbasis teknologi 5G Fixed Wireless Access (FWA) yang menawarkan koneksi berkecepatan tinggi dengan biaya yang lebih terjangkau.
Program ini diinisiasi oleh PT Solusi Sinergi Digital Tbk (Surge) yang bekerja sama dengan OREX SAI, perusahaan patungan antara NTT DOCOMO dan NEC Corporation asal Jepang.
Teknologi yang digunakan mengandalkan Open Radio Access Network (Open RAN) pada spektrum frekuensi 1,4 GHz.
Tata Cara Pendaftaran Layanan
Pendaftaran dilakukan sepenuhnya secara daring melalui portal resmi. Calon pengguna dapat mengakses internetrakyat.id/register atau membuka halaman utama lalu memilih tombol “Pra-Registrasi Sekarang”.
Selanjutnya, pendaftar diminta mengisi data pribadi seperti nama lengkap, alamat email, dan nomor WhatsApp aktif.
Setelah itu, pengguna perlu menekan tombol “Kirim OTP” untuk menerima kode verifikasi melalui WhatsApp. Kode enam digit yang diterima kemudian dimasukkan ke kolom verifikasi.
Tahap berikutnya adalah pengisian informasi lokasi secara rinci, termasuk penandaan titik koordinat rumah melalui peta digital, yang berfungsi menentukan prioritas pemasangan.
Proses ditutup dengan menyetujui syarat layanan dan kebijakan privasi, lalu menekan tombol “Registrasi” atau “Kirim”.
Tahapan Pengembangan dan Aktivasi IRA
Program Internet Rakyat dirancang melalui tiga fase utama. Tahap pertama berlangsung pada November hingga Desember 2025 berupa pra-registrasi untuk menghimpun data calon pelanggan.
Tahap kedua dilakukan pada Desember 2025 hingga Juni 2026 dengan fokus pada pembangunan jaringan dan instalasi FWA di wilayah prioritas seperti Jawa, Maluku, dan Papua.
Tahap terakhir berlangsung pada Januari hingga Juni 2026, mencakup distribusi CPE atau modem sekaligus aktivasi layanan.
Setelah perangkat diterima, pelanggan dapat langsung mengaktifkan layanan dan mulai menikmati koneksi internet yang disediakan.