Cilegon, Bantentv.com – Dokter forensik RSUD Kota Cilegon memastikan bocah 9 tahun yang ditemukan tewas di Kompleks Perumahan Bukit Baja Sejahtera (BBS) 3 meninggal akibat luka tusuk di leher dan dada. Korban mengalami 19 luka akibat benda tajam dan tumpul.
Kepala Instalasi Forensik dan Medikolegal RSUD Cilegon, Baety Adhayati, menjelaskan, dari total luka, 10 merupakan luka tusuk dan 9 luka tangkis, sedangkan sisanya berupa memar, lecet, dan bengkak akibat benda tumpul.
“Yang menjadi penyebab kematiannya adalah luka tusuk di leher sisi kiri yang memutus pembuluh nadi utama dan luka tusuk di dada kanan yang menembus paru-paru, sehingga korban mengalami kesulitan bernapas,” ujar Baety.
Ia menambahkan, luka lainnya, termasuk memar dan lecet, tidak berkontribusi pada kematian korban. Temuan ini sesuai hasil penyelidikan dan pemeriksaan ahli kedokteran forensik.
“Luka memar dan lecet bukan penyebab kematian korban,” katanya.
Baca Juga: Bocah 9 Tahun di Perumahan BBS 3 Diduga Jadi Korban Penusukan
Kasus ini masih terus ditangani oleh penyidik Polres Cilegon dan Polda Banten, sementara motif dan kronologi pembunuhan tengah didalami lebih lanjut.
Sebelumnya, peristiwa tragis mengguncang warga Kota Cilegon, setelah seorang bocah laki-laki berusia 9 tahun ditemukan meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan diduga akibat luka tusuk senjata tajam.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 16 Desember 2025 di Perumahan Bukit Baja Sejahtera (BBS) 3, Kelurahan Ciwaduk, Kecamatan Cilegon.
Dari hasil pemeriksaan medis, korban dinyatakan telah meninggal dunia. Korban diketahui seorang bocah berusia 9 tahun, yang merupakan anak dari mantan politisi PPP Cilegon.