Serang, Bantentv.com – Dunia kewirausahaan inklusif di Provinsi Banten kini memiliki wadah baru melalui pembentukan Himpunan Pengusaha Difabel Indonesia (HIPADI) Banten.
Pertemuan yang digelar pada Minggu, 25 Mei 2026 itu menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi dan kemandirian ekonomi para pelaku usaha difabel di Banten.
Pembentukan HIPADI Banten dihadiri sejumlah pegiat dan pelaku usaha difabel, di antaranya Bagja Kudrata, Muhamad Yusuf, Ade Isma Soleha, Muhamad Alif Pratama, Maman Sulaeman, dan Athallah Wafi. Organisasi tersebut secara struktural berada di bawah naungan Sahabat Difabel.
Dalam pertemuan itu, para peserta membahas arah dan tujuan organisasi yang diharapkan mampu menjadi ruang penguatan bagi para pengusaha difabel.
Kehadiran HIPADI Banten juga disebut sebagai respons terhadap kebutuhan ekosistem usaha yang lebih aksesibel dan mendukung kelompok difabel.
Bagja Kudrata mengatakan, HIPADI dibentuk untuk mendorong para pelaku usaha difabel agar memiliki posisi yang lebih kuat dalam pembangunan ekonomi. Menurutnya, pengusaha difabel harus diberi ruang untuk berkembang dan berkontribusi secara nyata.
Baca Juga: Serang Fair 2025 Hadirkan Fasilitas Inklusif untuk Difabel dan Ibu Hamil
“Tujuan kita jelas, yakni membangun kemandirian ekonomi. HIPADI hadir untuk memastikan bahwa pengusaha disabilitas bukan lagi menjadi objek, melainkan subjek pembangunan ekonomi yang produktif, kreatif, dan inovatif,” ujar Bagja Kudrata.
Dalam forum tersebut juga dirumuskan sejumlah tujuan strategis organisasi, mulai dari pembangunan ekosistem kewirausahaan inklusif, advokasi kebijakan dan aksesibilitas, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga penguatan jejaring kemitraan bagi pengusaha difabel.
Selain itu, HIPADI Banten akan fokus memperjuangkan kemudahan akses permodalan dan dukungan insentif bagi pelaku usaha difabel.
Organisasi ini juga diharapkan mampu meningkatkan posisi tawar anggotanya dalam menjalin kerja sama dengan pemerintah maupun sektor swasta.
Upaya mengubah stigma masyarakat terhadap difabel turut menjadi perhatian dalam pembentukan organisasi tersebut. Para pengurus menilai difabel memiliki kemampuan dan potensi yang sama dalam mengembangkan usaha apabila mendapat akses dan dukungan yang memadai.
Dengan terbentuknya HIPADI Banten, para pengusaha difabel diharapkan dapat lebih terorganisir, mandiri, dan mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.
Organisasi ini juga diharapkan menjadi wadah bersama bagi pelaku usaha difabel untuk saling menguatkan dan berkembang secara berkelanjutan.